Miris, Keluarga Pemulung Tidur Disebelah Kandang Hewan

0
76

A Yudiansyah

[Mastani bersama keluarganya, menunjukkan tempat tinggalnya disebelah kandang hewan – foto A Yudiansyah beritasebelas]
beritasebelas.com,Pagaralam – Mastani, yang berprofesi sebagai pemulung, merupakan warga Gunung Gendang Kelurahan Alun Dua Kecamatan Pagaralam Utara Kota Pagaralam, pasrah dan tabah menerima hidup disebelah kandang hewan. Dia bersama ketiga anaknya, harus rela berbatas dinding pelupuh dengan kandang hewan, dibawah rumah yang menumpang dengan saudaranya ini.

Mastani mengaku, bahwa pekerjaan sebagai pemulung sudah ditekuninya puluhan tahun. Dia tidak bisa bekerja berat, seperti menjadi buruh lantaran kondisi fisik yang tidak sempurna lagi, kaki dan tangannya tidak bisa digunakan secara leluasa.

“Saya menjadi pemulung, karena tidak punya keahlian khusus, dan keterbatasan fisik yang saya miliki. Akhirnya daripada saya mengemis, lebih baik menjadi pemulung. Saya tinggal menumpang dibawah rumah yang masih saudara saya, yang disebelahnya kandang ayam dan anjing yang hanya dibatasi dinding pelupuh,” kata dia, Selasa 7 Februari 2018.

Lanjut Mastani, lantai tempat tidur hanya beralaskan karung yang dijahit menjadi terpal. Diatas tanah, dibawah rumah yang setinggi sekitar 1,5 meter. Pakaian berserakan, karena tidak punya lemari, dan lampu remang sebagai penerangan.

“Mau bagaimana lagi, kami tidak punya tempat tinggal. Saya bersama istri dan tiga anak tinggal disini, sedangkan anak pertama saya telah merantau keluar kota,” ujarnya.

Mastani berharap, agar kehidupan rumah tangganya yang hanya ditopang dari pencarian sebagai pemulung barang bekas, bisa lebih baik lagi. Dia ingin anak anaknya yang putus sekolah, juga bisa mengenyam pendidikan yang layak.

“Saya harap, anak saya bisa sekolah. Cuma itu tumpuan hidup saya. Sekarang, anak-anak saya tidak ada yang sekolah, karena tidak mampu membiayai sekolah. Tapi, saya tetap terus berusaha, agar anak saya bisa lebih baik dari pada saya,” tutur dia.

Sementara itu, Dewi dari Komunitas Hug n Give yang turut memberikan bantuan kepada Mastani, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut sudah tidak layak lagi bagi tempat tinggal manusia.

“Saya terenyuh melihatnya, melihat tempat tidurnya melihat dapurnya, dan kondisi kehidupannya. Makanya kami datang, berbagi sesama.  Kondisi seperti ini memang sangat memprihatinkan,  sebagai manusia, mereka juga berhak hidup layak,” ungkapnya.

print