Motor Ditarik Paksa, Rozi Laporkan Debt Collector

0
24

A Yudiansyah

[Korban melaporkan penarikan paksa kendaraan oleh debt collector – foto A Yudiansyah beritasebelas]
beritasebelas.com,Lahat – Tak terima dengan perlakuan debt collector yang menarik paksa unit motor miliknya, konsumen atas nama Rozi Andika bersama orang tuanya, dan didampingi langsung Ketua YLKI Lahat Raya Sanderson Syafe’i,  ST,SH. melaporkan pihak debt collector salah satu perusahaan Multi Finance Ke Mapolres Lahat.

Menurut keterangan pelapor, kejadian tersebut terjadi di Kelurahan Pasar Lama Lahat, tepat didepan Konveksi Herlina. Pada saat korban hendak ke salah satu tempat photo copy yang terletak disekitar tempat kejadian, dan korban memarkirkan motor miliknya diseberang Konveksi Herlina, dan saat korban kembali unit motor milik korban sudah ditunggu oleh 3 orang yang diduga debt collector salah satu pihak Multi Finance yang menyatakan bahwa unit tersebut sudah tertunggak dan harus dilakukan pembayaran pada saat itu juga atau korban harus menyerahkan unit motor ke pihak collector.

Namun korban sempat meminta tempo untuk melakukan pembayaran pada akhir bulan, akan tetapi pihak collector tidak dapat mengabulkan permohonan tersebut dan tetap melakukan penarikan unit motor Yamaha Mio, dengan Nopol BG 2369 EAB.

Ketua YLKI Lahat Raya Sanderson Syafei menyatakan, terkait hal ini debt collector yang melakukan eksekusi, perbuatan mereka tersebut bisa dikategorikan perbuatan melawan hukum (PMH) sebagaimana disebutkan dalam pasal 1365 KUHPerdata, dan konsumen pun dapat melakukan gugatan ganti rugi menurut pasal ini.

“Bahkan dalam konsep hukum pidana, eksekusi objek jaminan fidusia yang dilakukan dibawah tangan masuk dalam tindak pidana, apabila pihak finance melalui tangan debt collector tersebut melakukan intimidasi, menakut-nakuti, serta melakukan pemaksaan dan ancaman perampasan, sebagai mana disebutkan dalam pasal 368 KUHPidana,” ujar sanderson, Rabu 30 Mei 2018 via whatsApp.

Sanderson menambahkan, pihak korban sangat berharap permasalahan ini agar segera ditindak lanjuti oleh pihak Kepolisian, karena sudah sangat merugikan pihak korban secara materil dan immateril.

“Semoga laporan ini cepat ditindaklanjuti, dan kami dari pihak YLKI akan terus mengawal permasalahan ini hingga tuntas,” pungkasnya.

print