Mubazir, Tiap Hari Ribuan Kubik Air PDAM Terbuang Sia-sia

0
24
[Kepala PDAM Lahat, Hermidi, SH – foto A Yudiansyah beritasebelas]

A Yudiansyah

beritasebelas,com.Lahat – Banyaknya kebocoran pipa yang dialami oleh PDAM Tirta Lematang Lahat memang sudah uzur dimakan usia, membuat setidaknya 3.272 meter kubik air setiap hari terbuang sia-sia. Meskipun tidak berdampak secara langsung terhadap pelanggan, hal ini tentu sangat berdampak pada ongkos produksi yang dibayarkan oleh PDAM. Disisi lain, tidak adanya anggaran membuat PDAM Lahat juga tidak bisa berbuat banyak, hanya sebatas tambal sulam kebocoran.

Kondisi tersebut diakui Kepala PDAM Lahat, Hermidi, SH. Diterangkan Hermidi, setiap harinya PDAM Lahat, menyuplai air kepada pelanggan 6.552 meter kubik perhari. Namun, dari angka tersebut 3.272 meter kubik terbuang sia sia. Kendati demikian, kebocoran tersebut tidak mempengaruhi suplai air ke warga yang idealnya menurut standar nasional maksimal 800 liter perpelanggan setiap harinya.

“Kenapa kita katakan tidak pengaruh, karena dari  6.552 meter kubik tersebut, seyogyanya untuk melayani  8.190 pelanggan. Sementara PDAM Lahat, hanya memiliki 4.100 pelanggan. Produksi sebanyak itu untuk menutupi kebocoran tersebut, sehingga tidak berimbas kepelanggan. Hanya saja ongkos produksi yang harus dibayar PDAM lebih mahal,” ungkap Hermidi,  dibincangi, Rabu 3 Oktober 2018.

Dikatakan Hermidi,  banyaknya pipa bocor dan harus ‘diremajakan’ merupakan beban sendiri bagi PDAM untuk memaksimalkan pelayanan. Terlebih, PDAM sendiri tidak punya uang jika harus melakukan pembenahan termasuk membenahi saringan pipa induk tiga di Desa Karang Anyar yang angkanya hingga miliaran. Kendati demikian, sejak menjabat 2017 yang lalu banyak pembenahan yang telah ia lakukan baik dari hasil produksi yang meningkat dari 4.619 kubik perhari menjadi 6.879 perhari. Sementara, tingkat kebocoran yang dahulunya capai 53 persen kini tersisa 35 persen. Begitu juga dengan kualitas air.

“Saat ini yang bisa kita lakukan adalah tambal sulam pada bagian yang bocor dan memutus sambungan ilegal. Kita tidak ada anggaran tuk benahi. Kita baru bisa mendapatkan uang 664 juta dan itu baru bisa untuk menutupi operasional dan gaji karyawan. Namun demikian,  kita sendiri sudah mengusul baik ke Pemkab Lahat,  Provinsi maupun pusat untuk dibantu sehingga bisa memperbaiki yang rusak,” terangnya.

Ditambahknya, untuk membenahi pelayanan, pihaknya juga terus mendisiplinkan pegawai, peningkatan kinerja hingga peningkatan gaji. Dengan harapan akan berimbas kepada pelayanan kepada masyarakat. Untuk menekan kebocoran anggaran kita juga saat ini tidak lagi menggubahkan transaksi cash baik gaji pegawai maupun yang kini mulai dilakukan pembayaran dari pelanggan melalui sistem online.

“Sejauh ini terjadi perubahan perbaikan ditubuh PDAM baik dari pelayanan maupun intern PDAM itu sendiri,” pungkasnya.

print