Narkoba Semakin Merajalela, PKK dan BNN Blusukan ke Sekolah

0
22
[Suasana penyuluhan anti Narkoba di SMA Negeri 6 Palembang – foto Arto beritasebelas]

Arto

beritasebelas.com,Palembang – Aksi peredaran Narkoba yang semakin merajalela di Indonesia pada umumnya, dan Sumatera Selatan khususnya, membuat berbagai pihak semakin khawatir. Pasalnya, Sumatera Selatan telah menempati posisi 21 secara Nasional.

Berangkat dari hal tersebut, bekerjasama dengab Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumatera Selatan, PKK Sumatera Selatan melakukan blusukan penyuluhan Anti Narkoba ke sekolah yakni SMAN 6 Palembang, Jumat 30 November 2018.

Ketua PKK Sumatera Selatan Hj Febrota Lustia Herman Deru di Wakili Desliana, SE MM mengatakan saat ini Sumatera Selatan peringkat 21 penyalahgunaan Narkoba.  Menurut data Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) tahun 2015, pemakai dan penyalahgunaan di Indonesia 2,2 % khusus Sumatera Selatan mencapai 1,74 % dan Sumatera Selatan menduduki peringkat 21 dari 11 provinsi yang rawan Narkoba.

Oleh sebab itulah bersama BNN dan PKK melakukan sosialisasi di kalangan pelajar.

“Pastinya manfaat Narkoba ini tidak ada baiknya bagi kesehatan. Memang dalam istilah kesehatan Narkoba adalah zat yang bisa menghilangkan rasa sakit, namun sekarang sudah disalah gunakan oleh oknum-oknum tertentu,” katanya.

Makanya untuk mencegah jangan sampai terkena dengan pelajar Sumatera Selatan.

“Kita melakukan sosialisasi ini dengan harapan agar pelajar tidak terpengaruhi akan bahaya Narkoba. Karena banyak sekali pelajar ikut-ikutan mencoba barang tersebut, makanya peran orang tua, guru dan semua kalangan harus ikut mensosialisasikan bahaya akan Narkoba,” jelasnya.

Sedangkan Perwakilan BNN Sumatera Selatan, Ika Wahyuni Hendaryati,  SKM, MSi mengatakan saat ini sudah banyak yang dikunjungi. Apalagi sekolah-sekolah sangat rawan akan terkena dampak Narkoba.

“Untuk sekarang tinggal 2 sekolah lagi yang akan di lakukan sosialisasi bahaya Narkoba. Kita maunya mengantisipasi dengan memberikan arahan kepada para pelajar, bahwa Narkoba ini sangat merugikan untuk masa depan,” katanya.

Malahan bagi yang terkena dampak Narkoba, rata-rata mereka diberikan perawatan dan rehabilitas.

“Tentu saja mereka ini kita berikan masukan dan arahan, seperti sosialisasi ini. Dimana kami memberikan sebuah ilustrasi sebuah gambar dan video bagi yang sudah terkena narkoba, tentu efeknya bisa membahayakan bagi nyawanya,” ujarnya.

Harapan pihaknya bagi pelajar yang sudah mendapatkan sosialisasi ini, agar bisa memberitahukan kepada adik, keluarga serta masyarakat akan bahaya Narkoba ini. Bagus atau tidaknya negera ini tergantung kepada generasi muda khusus pelajar, kalau banyak pelajar yang terkena narkoba efeknya bisa berlanjut bagi masa depan bangsa.

“Jadi bagi pelajar Sumsel jangan sesekali mencoba Narkoba, karena tidak ada manfaat kedepannya,” pungkasnya.

 

print