Nasib Tenaga Kerja Sukarela (TKS) OKU Makin Tak Jelas

0
275

kop-dalam-berita

oleh Bagus

beritasebelas.com,Baturaja – Perubahan aturan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat semakin memperburuk nasib TKS. Betapa tidak UU yang mengharuskan TKS diubah menjadi Tenaga Kontrak berdampak pada intensif pendapatan TKS itu sendiri. Dimana intensif TKS yang dulunya dianggarkan di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) saat ini dikembalikan keanggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) masing-masing.

Hal tersebut dikatakan Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Setda OKU A Syafe’i saat dibincangi diruang kerjanya Rabu 25 Januari 2017. Menurut Syafe’i aturan tersebut sudah dilaksanakan semenjak satu tahun terakhir ini, pemerintah beralasan dengan diberlakukannya UU tersebut, maka pemerintah daerah dapat mengkoordinir tenaga non PNS ditubuhnya.

“Jadi nantinya pemda dapat meminimalisir anggaran supaya tidak ada lagi pemborisan anggaran yang dikeluarkan untuk intensif TKS,” katanya.

Ditambahkannya, nanti SKPD akan meseleksi para pekerja kontrak yang dimemang benar-benar bisa diajak bekerja. Lantas bagaimana dengan intensif para tenaga kontrak setelah tidak lagi dijamin oleh APBD? Kata Syafe’i intensif tenaga kontrak akan diambil dari suatu kegiatan yang ada di SKPD itu, jika kegiatannya hanya 6 bulan maka intensifnya hanya selama 6 bulan

“Kontraknya selama satu tahun,tapi kalau kegiatannya SKPD tersebut hanya 6 bulan, ya gajinya hanya 6 bulan, 6 bulan kedepan hanya bekerja ikhlas saja,”ungkapnya.

Salah satu TKS yang enggan dikutip namanya mengatakan jika dirinya sangat kecewa dengan kebijakan yang diterapkan saat ini. Dikatakannya pemerintah tidak mempertimbangkan sisi kemanusiaan terhadap TKS yang memang benar-benar bekerja.

“Kalau seperti itu memang terjadi bagaimana nasib kami, sementara kami bekerja untuk mencari uang dan menghidupi keluarga, jika dikembalikan ke SKPD dan menunggu satu kegiatan pasti gaji kami tak seperti sebelumnya dan juga kalau cuma 6 bulan kegiatan dan gajipun hanya 6 bulan bagaimana kami mencari lagi selama 6 bulan kedepan,”pungkasnya.

print