N’Diaye Ruh Pertahanan Sriwijaya

0
77

Anugrah

beritasebelas.com,Palembang – Sriwijaya FC telah melakoni 13 laga di Liga 1 dan menyisakan empat laga lagi. Dari 13 laga yang sudah di lakoni, ada satu fakta menarik, Laskar Wong Kito selalu mendapatkan hasil buruk tanpa senterbek Mahamadou N’Diaye.

Saat melawan Madura United 7 April 2018, N’Diaye diusir wasit menit ke-82. Kehilangan bek asal Mali itu langsung membuat pertahanan Laskar Wong Kito keropos. Sriwijya FC pun kalah telak 0-3 dari tim berjuluk Sapeh Kerab itu.

Kartu merah yang ia terima melawan Madura United, kembali berbuntut dilaga berikutnya. N’Diaye harus absen di laga krusial melawan Persipura 14 April 2018, kala itu karena kartu merah saat melawan MU. Sriwijaya FC pun harus puas dengan hasil imbang 2-2.

Selanjutnya, N’Diaye juga tercatat absen saat rekan-rekannya bertandang ke markas PSMS Medan di Stadion Teladan, Medan, Jumat 18 Mei 2018.

Di laga itu pemain berusia 27 tahun itu menepi karena akumulasi kartu. Hasilnya, Sriwijaya FC menelan kekalahan tipis 0-1. Hasil yang lebih buruk diraih saat melawan Barito tanpa N’Diaye. Sriwijaya FC kalah telak 1-3 dari tim besutan Jacksen F Thiago itu.

Melihat data ini, tak bisa dipungkiri betapa urgensi peran N’Diaye di sektor pertahanan Laskar Wong Kito. Bek asal Mali itu seharusnya cepat bergabung untuk dapat membuat tembok pertahanan yang kokoh jelang laga melawan PS Tira di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Jumat 6 Juli 2018.

“Yah, dia memang sedikit terlambat, karena cedera engkel dan menjalani terapi di Mali. Tapi, pekan ini sudah bergabung,” ucap Asisten Pelatih SFC Rasiman, Rabu 27 Juni 2018.

Bek kelahiran 21 Juli 1990 ini, menjadi andalan di benteng pertahanan. Duet maut bersama Hamka Hamzah memang jadi senjata Laskar Wong Kito meredam mesin gol lawan-lawannya.

Belum lagi N’Diaye juga punya naluri mencetak gol. Ia punya heading bak seorang striker. N’Diaye telah mengemas empat gol sampai sejauh ini. Itu pun bakal jadi andalan kala melawan PS Tira pekan depan.

print