PAD Parkir Sulit Dimaksimalkan

0
14
[Potret carut marutnya parkir di Kabupaten Lahat – foto A Yudiansyah beritasebelas]

A Yudiansyah

beritasebelas.com,Lahat – Semrawutnya tata kelola parkir di Kabupaten Lahat, berpotensi menghilangkan pendapatan asli daerah (PAD). Belum tertatanya kawasan yang harus dipungut parkir dan tidak dipungut parkir, menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki hal tersebut.

Selain itu, diperparah dengan biaya pungutan parkir yang tidak standar, tidak adanya karcis, blanko parkir juga tidak dimiliki, hingga ketika pelanggan meminta kembalian tidak diberikan sebagaimana mestinya.

“PAD parkir sangat besar, seharusnya bisa dioptimalkan. Namun, dengan semrawutnya perparkiran di Kabupaten Lahat ini, PAD dari sektor parkir sangat minim dan tidak optimal,” tegas Ketua YLKI Lahat Raya, Sanderson Syafe’i, ST, SH, Sabtu 22 Juni 2019.

Sanderson menerangkan, saat ini memang belum berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lahat, tetapi saat ini pihaknya sedang melakukan komprehensif terkait permasalahan tersebut. Ia menilai PAD Kabupaten Lahat bocor dari bidang pengelolaan parkir. Namun belum berani berbicara lebih jauh, apakah terjadi permainan oknum di pemerintahan atau tidak.

“Praktek ilegal itu sudah lama, tapi terkesan dibiarkan, ini pembiaran dari pemerintah, artinya dinas terkait atau Pemkab melihat ini suatu hal kecil, tetapi ternyata itu berdampak besar dari PAD. Saya katakan pemerintah kurang serius menata kelola parkir, ini realita,” tegas Sanderson.

Menurut Sanderson, carut marutnya pengelolaan parkir itu ditambah pula praktik di lapangan. Juru parkir (Jukir) tidak memiliki identitas dan banyak tidak berseragam serta pengelolaan parkirnya pun tidak memiliki satuan operasional prosedur (SOP).

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lahat menyatakan, dalam 2 minggu ke depan akan menuntaskannya, karena sekarang masih masa sosialisasi PKL untuk tidak menempati lokasi parkir di depan Pasar Lematang dan sekitarnya.

“Nanti akan kita tindaklanjuti, namun sekarang kita masih fokus sosialisasi PKL dan penataan pasar,” ujar Indaharmansyah, SP, MSi melalui pesan singkat WA.

Sedangkan, Sekretaris Daerah Kabupaten Lahat Januarsyah, SH, MM saat diminta tanggapan melalui pesan singkat WA belum juga memberikan jawaban hingga berita ini diturunkan.

print