PAFI Sumsel Rayakan HUT Dengan Berbagi Darah

0
24
[Ketua PAFI Sumatera Selatan Raden Aguscik Johar didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang melakukan pemotongan tumbeng dalam rangka HUT PAFI ke 73 tahun – foto Yudiansyah beritasebelas]

Yudiansyah

beritasebelas.com,Palembang – Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) gelar donor darah dalam rangka HUT yang ke 73. Ketua PAFI Sumatera Selatan Raden Aguscik Johar memperingati HUT nya yang  ke-73, mengatakan ada ritual tersendiri di tubuh PAFI dengan melakukan kegiatan donor darah, dan kegiatan lain seperti mengunjungi serta menyantuni anak yatim, finalnya bakti sosial dengan melakukan penyemprotan nyamuk.

“Jadi kami lebih memilih merayakannya dengan terjun langsung ke masyarakat. Karena memang secara Nasional itu ada instruksi untuk lebih turun ke masyarakat,” ungkapnya disela-sela kegiatan yang diadakan di Balai Kecamatan Sukarami Palembang.

Lebih lanjut disampaikannya, melalui peringatan HUT yang dilaksanakan atas suport Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan dan Dinas Kesehatan Kota Palembang, akan terus menjadi mitra keduanya untuk membantu masyarakat, agar semua program yang dicanangkan pemerintah dapat terjamin pelaksanaannya.

“Sesuai dengan pilar ketiga, tentang BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), dimana dengan anggota yang tersebar kami akan membantu pencapaian 100 persen agar bisa tercapai,” ujarnya.

Raden Aguscik menerangkan, saat ini anggota PAFI yang terdaftat dengan kartu anggota berjumlah 1920, dan anggota yang non terdaftar termasuk para pensiunan yang diajak dalam kegiatan HUT, ada 6000 an anggota.

Dimana, masih ada sejumlah permasalahan termasuk persoalan gaji yang saat ini masih menjadi masalah ahli Farmasi di Indonesia termasuk Palembang.

“Kedepan kita ingin agar ahli Farmasi di Indonesia ini, memiliki standar gaji. Karena memang saat ini masalah penggajian masih jadi masalah, belum ada standar penggajian dan ini akan jadi salah satu yang kita perjuangkan,” ulasnya.

Lebih lanjut disampaikannya, kedepan berbagai kerjasama juga akan dilakukan PAFI termasuk kerjasama dengan pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan agar kedepan Puskesmas dapat lebih melibatkan ahli Farmasi dalam pelayanan kesehatan yang dberikan.

Namun itu harus diisi oleh ahli Farmasi yang berkompeten. Karena, salah satu syarat untuk mendapatkan surat tanda registrasi harus memikiki kompetensi.

“Jadi saat kita mengajukan ke pemerintah, anggota kita sudah memenuhi sertifikasi dan siap membantu memberikan pelayanan kesehatan berstandar yang diberikan pemerintah,” tandasnya.

print