Pasangan Manula Tewas Diterjang Gelombang Tinggi

0
51

Haqulana

beritaaebelas.com,Banyuasin – Sungguh tragis nasib Hapeni (70) dan Mahila (60), pasangan manula ini tewas tenggelam, setelah perahu yang ditumpanginya tenggelam di terjang gelombang tinggi di Desa Sungai Lilin Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin.

Mayat Hapeni, baru ditemukan sekira pukul 7.30 Wib, Selasa 20 Juni 2017, menyusul jasad istrinya yang telah dievakuasi sehari sebelumnya, Senin 19 Juni 2017  tidak lama setelah perahunya karam.

[Tim SAR di bantu masyarakat melakukan pencarian terhadap korban terbalik perahu di perairan Sungai Musi]
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kakek dan nenek tersebut pulang dari sawah, saat pulang kerumah keduanya menaiki sampan menyeberangi sungai bersama tetangganya Murni (43). Tiba-tiba ditengah sungai, berhembus angin kencang yang menimbulkan ombak sungai setinggi setengah meter, menerjang  sampan korban hingga terbalik.

Ketiganya tenggelam ke dalam sungai. Hapeni hilang tenggelam, sedangkan istrinya, Mahila berhasil diselamatkan tetangganya Murni, dengan berenang menyeret tubuh korban ke tepi sungai.

Mahila berhasil diselamatkan namun dengan kondisi tidak bernyawa lagi. Sedangkan Murni berhasil selamat sampai ketepi sungai. Sementara itu Hapeni baru ditemukan keesokan harinya  di Sungai Musi Desa Sungai Lilin.

“Perahunya terbalik disapu angin kencang dan ombak pasang. Sebenarnya kakek bisa berenang, mungkin karena sudah renta, nafasnya tidak sanggup bertahan sampai ke tepi. Kalau nenek memang tidak bisa berenang,”  tutur Abidin kerabat korban.

Sedangkan Murni, korban yang selamat, kondisinya masih shok. Apalagi mendengar kabar kakek nenek tersebut tewas.

“Dia trauma dan merasa bersalah, tidak bisa menyelamatkan kakek dan nenek,” jelasnya.

Kasubsi Operasi Kantor SAR Palembang Inarwan mengatakan, pihaknya sempat kesulitan mengevakuasi korban, karena cuaca buruk.

“Dibantu oleh masyarakat sekitar SAR melakukan pencarian dengan cara penyisiran dan circle dimulai dari titik awal kejadian hingga radius 5 km. Penyisiran dilakukan dengan menggunakan perahu karet dan perahu ketek milik masyarakat sekitar. Mayat Hapeni berhasil ditemukan sekira 5 km dari kejadian. Sekarang telah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan,” katanya.

print