Pasca Penangkapan Bupati, Kondisi Ogan Ilir Kondusif

0
307
BUP NOFIADI2
AW Noviardi Bupati Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan

reporter : Ahmad S poto : dokumen

Beritasebelas.com, Inderalaya – Bupati termuda di Sumatera Selatan AW Noviardi setelah di tangkap oleh aparat Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan, pada Minggu malam tanggal 13 Maret 2016 di kediaman pribadi mantan Bupati Ogan Ilir dua periode Mawardi Yahya yang juga orang tua kandung AW Noviardi, di jalan Musyawarah Kelurahan Karang Jaya Kecamatan Gandus Palembang, hari Senin tanggal 14 Maret 2016 di terbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan secara intensif di Kantor Pusat Badan Narkotika Nasional Jakarta Timur.

Pasca penangkapan orang nomor satu di bumi Carak Seguguk ini, oleh Badan Narkotika Provinsi Sumatera Selatan, kondisi Kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Ogan Komering Ilir tetap kondusif. Pantauan wartawan Beritasebelas.com, kondisi masyarakat di Kota Inderalaya berjalan seperti biasa, walaupun bupatinya tersandung kasus di BNN.

Ali salah satu anggota masyarakat di Kecamatan Inderalaya Selatan mengungkapkan dengan di tangkapnya AW Noviardi malam tadi oleh BNNP Sumatera Selatan, masyarakat di Kecamatan Inderalaya Selatan biasa-biasa saja mendengar informasi tersebut. “Informasi ini biasa saja,” ujarnya. Kami tetap melaksanakan rutinitas seperti biasa dan tidak terganggu dengan kasus tersebut.

“Masyarakat di Kecamatan Inderalaya Selatan tidak ambil peduli walaupun pak AW Noviardi di tangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan, karena kami tidak tahu permasalahan apa benar pak bupati menggunakan narkoba atau tidak,” bebernya.

Sementara itu kondisi di Kantor Bupati di Komplek Perkantoran Tanjung Senai Inderalaya terlihat seperti hari kerja biasa, hanya ruang bupati dan wakil bupati yang terlihat masih kosong, sedangkan di ruang kerja pegawai tetap beraktifitas seperti biasa, hal yang sama juga terlihat dikantor dinas dan badan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir pegawai beraktifas seperti biasa, hanya saja banyak pegawai yang terkejut mendengar informasi pimpinannya di tangkap oleh aparat Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan.

print