Pelatih Sriwijaya FC Pusing, Satu Lagi Beknya Cedera

0
61

Anugrah

beritasebelas.com,Palembang – Nasib sial menimpa bek sayap Sriwijaya FC  Yericho Christiantoko. Lulusan dari Akademi Sepakbola Arema itu, mengalami cedera otot paha saat ujicoba lapangan Stadion H Dimurthala, Banda Aceh, Kamis 26 September 2019.

Yericho pun dipastikan tidak bisa memperkuat Sriwijya FC ketika dijamu Persiraja Banda Aceh, Jumat 27 September 2019 besok malam. Kerugian besar bagi armada Laskar Wong Kito.

“Besok tidak bisa main mas, tadi saat latihan otot paha kiri tertarik. Tadi sudah bilang ke pelatih tidak bisa main,” sesal Yericho.

Alumnus Sociedad Anonima Deportiva (SAD) Indonesia yang beroperasi diposisi bek kiri itu menambahkan, banyak faktor yang menyebabkan otot pahanya tiba-tiba tertarik. Salah satunya jadwal padat, dan kelelahan usai menempuh perjalanan jauh.

“Kemarin kita kan melakoni tiga away beruntun lawan PSGC Ciamis, PSCS Cilacap dan Persita Tangerang. Perjalanan ke Aceh juga cukup jauh, dan kita banyak duduk. Saat latihan speed bisa menyebabkan otot tertarik,” beber Yericho.

Pelatih Sriwijay FC Kas Hartadi membenarkan jika Yericho tidak bisa bermain lawan Persiraja.

“Ya, tidak bisa main besok lawan Persiraja, otot paha Yericho tertarik. Saya sudah siapkan penggantinya, bisa Moniega Bagus Suwardi dipasang di posisi bek kiri,” ujar Kas Hartadi.

Terkait kondisi lapangan Stadion H Dimurthala, Kas mengatakan tidak terlalu baik. Kondisi lapangan bergelombang, sehingga menggangu sirkulasi bola saat melakukan passing.

“Tidak terlalu baik, lapangan bergelombang. Tapi untuk struktur tanah sedikit lebih baik ketimbang lapangan PSPS Riau dan Perserang. Lapangan di sini tanahnya lembut, dan tidak membuat pemain cedera,” beber dia.

“Tapi memang kalau untuk passing cukup mengganggu, apalagi jika passing bola tidak baik, bolanya bisa mantul. Saya juga tidak tahu dengan kondisi lampu penerangan, karena tidak boleh melakukan ujicoba lapangan di malam hari. Mudah-mudahan saja pertandingan besok lancar dan SFC mendapatkan poin di Aceh,” tutup Kas Hartadi.

print