Pelayanan PLN Baturaja Buruk di Bulan Puasa

0
13

Bagus

[Gelap, inilah kondisi rumah warga saat PLN memadamkan aliran listrik disebagian wilayah OKU-foto Bagus beritasebelas]
beritasebelas.com, Baturaja – Masyarakat Kabupaten OKU menilai kinerja PLN Baturaja selama bulan Puasa hingga H-4 Hari Raya Idul Fitri 1439 H kurang begitu memuaskan.  Berbagai tanggapan miring terhadap PLN Baturaja bermunculan baik secara langsung maupun di media sosial.

Bulan Ramadan ini saja sudah tak terhitung lagi Kabupaten OKU mengalami pemadaman listrik, seperti kawasan Kelurahan Sukaraya, Air Paoh, Kemelak.

“Sudah tau mau lebaran masih saja, ini banyak kerjaan yang diselesaikan harus kami tunda, kami buat kue,”ucap Sur IRT warga Sukaraya.

Hal senada diucapkan Nazir, kata dia PLN Baturaja sangat menghambat aktifitas warga,  selama puasa ini pemadaman sering dilakukan mendadak,  pengumuman pun sering tidak sampai ke masyarakat luas.

“kalau nilai raportnya merah itu saja,”tegansya.

Sedangkan Manager PLN Rayon Baturaja Area Lahat,  Edwardus saat dihubungi melalui sambungan telephone mengatakan pemadaman ini akibat adanya kabel (gardu) karena  los kontak.

“Lagi diperbaiki kita upaya secepatnya,”katanya.

Belum lama ini juga Edwardus mengatakan jika pemadaman yang sering terjadi itu akibat adanya trouble. Edwardus beralasan penyebab sering padamnya listrik Baturaja ini lantaran adanya arrester (alat pelindung bagi peralatan system tenaga listrik terhadap surya petir), yang jebol.

Hanya saja, pihaknya mengaku kesulitan mendeteksi arrester mana yang jebol itu. Sebab, ada delapan gardu di sepanjang jalur yang mengalami trouble itu.

“Kenapa padamnya bermalaman? karena kami mencari sumber gangguannya. Kalau bisa dicoba dan meledak, itu kan ketahuan. Artinya kita tahu posisi kerusakannya. Namun ini tidak  kelihatan. Apakah bocor atau meledak, dak ketahuan. Kalau malam, tidak bisa diukur. Hasilnya, pasti zero karena udaranya lembab. Jadi terpaksa dilakukan siang ini, dan baru bisa ketemu,” jelas dia.

Nah, karena tidak bisa terdeteksi, maka pihaknya mengambil solusi dengan memutus dua arrester.

“Ini tidak bisa ditebak, makanya kami potong saja dua (arrester) diantara delapan gardu itu. Artinya kami amankan dulu. Yang penting seluruhnya bisa beroperasi,” jelasnya.

Akibat adanya arrester yang disebut Edwardus mengalami bocor halus itu, mengakibatkan padamnya listrik yang terjadi semalam hingga siang sepanjang jalur VIP.

print