Pemerintah Kabupaten Lahat Tidak Melakukan Sidak, Ketua YLKI Angkat Bicara

0
21

A Yudiansyah

beritasebelas.com,Lahat. Menjelang bulan Ramadhan, Pemerintah Kabupaten Lahat tidak melakukan sidak ke pasar sebagaimana bulan Ramadhan tahun sebelumnya. Hal ini membuat Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lahat Raya angkat bicara.

[Ketua YLKI Lahat Sanderson Syafei, ST. SH saat mengecek harga kebutuhan pokok di pasar PTM Lahat]
Ketua YLKI Lahat Raya Sanderson Syafe’i, ST, SH mengatakan, sidak perlu dilakukan guna menekan harga dipasaran yang kian membumbung. Selain itu, sidak juga diperlukan agar tidak terjadi kecurangan-kecurangan di pasar.

“Bawang putih tembus di angka 100 ribu, dari harga sebelumnya hanya  50-60 ribu. Selain itu, barangnya juga susah di dapat. Berarti ada kelangkaan, dan sampai hari ini, Pemkab Lahat tidak melakukan sidak sama sekali,” sesal Sanderson kepada awak media, Minggu 5 Mei 2019.

Sanderson juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Lahat, biasanya menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri, permintaan barang meningkat. Hal ini tentu bisa menjadi celah, bagi oknum-oknum nakal untuk melakukan penimbunan barang, guna dijual dengan harga tinggi.

“Dinas Perdagangan dan Satgas Pangan harus mampu mengendalikan pelaku pasar besar, agar tidak menjadikan momen bulan puasa untuk mengeksploitasi konsumen dengan kenaikan harga yang ugal-ugalan,” tegasnya.

Sanderson menambahkan, jika pemerintah daerah melakukan operasi pasar untuk menurunkan harga, maka sasarannya harus jelas dan terukur. Ukurannya bukan seberapa banyak komoditas yang dilepas ke pasar. Tetapi, seberapa banyak masyarakat rentan yang akan terdampak dari operasi pasar tersebut.

“Operasi pasar jangan hanya menjadi proyek saja dan untuk laporan pada pimpinan,” pungkasnya.

print