Pendidikan Pra Perkawinan, Turunkan Angka Gizi Buruk

0
35

Erika

beritasebelas.com,Banyuasin – Kementerian Agama Kabupaten Banyuasin, guna membantu menurunkan angka gizi buruk di Kabupaten Banyuasin. Fokuskan pembinaan dan pendidikan calon pengantin di wilayah perairan.

Hal tersebut di lakukan, karena masih tingginya angka gizi buruk khususnya di wilayah perairan Kabupaten Banyuasin. yang di catat pihak Dinas Kesehatan di tahun 2017 sebelumnya ada 21 orang anak yang mengalami gizi buruk di wilayah perairan.

[Kegiatan Kementerian Agama Banyuasin dalam membantu menurun kasus gizi buruk – foto Erika beritasebelas]
Dikatakan Hamdan Kasi Binmas Islam. Kementerian Agama Banyuasin, dalam sirgenitas menurunkan angka gizi buruk. Pihaknya akan melaksanakan pembinaan dan pendidikan bagi calon pengantin yang berada di Kabupaten Banyuasin.

Dengan membuat 15 angkatan, satu angkatannya berjumlah 60 orang, untuk pelatihan bagi calon pengantin yang bertaraf Nasional.

“Kita telah memcatat di tahun 2017 ada 6173 Pristiwa pernikahan yang menurun dari tahun sebelumnya, indikasinya pengaruh dari perekonomian juga. Jadi kalau keterkaitannya dengan Stunting pastinya terkait karna dalam membina keluarga pentingnya gizi yang baik.” Kata pada Kegiatan pertemuan Forum pemangku kepentingan (MSF2)  Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi di ruang rapat Kantor Bappeda Kabupaten Banyuasin.

Oleh karena itu, Tahun 2018 ini Kementerian Agama berupaya adanya peningkatan hingga ke angka 6250 pristiwa pernikahan dan 2019, dapat meningkat lagi hingga 6500. Tujuan pelatihan dan pendidikan juga, termasuk nantinya adanya pendidikan di masa Pranikah. Sebagai bentuk membangun keluarga Indonesia yang kokoh dan kuat bagi calon-calon pengantinnya, calon yang berkwalitas kesehatannya ekonomi serta pendidikannya yang berkelas.

“Pendidikan pranikah juga akan kita lakukan, program ini sangat penting sekali dalam membentuk keluarga yang baik sangatlah di butuhkan konsep yang baik juga,” tegasnya.

Sementara itu, Reni Sahara Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin, mengatakan kegiatan program pihak Kementerian Agama Banyuasin yang bersinergi juga dengan pihak Dinas Kesehatan merupakan kegiatan yang baik dalam menyumbang penurunan angka gizi buruk.

“Ya pastinya pernikahan harus juga dilihat dari umur calon pengantinnya, itu berpengaruh besar pada angka Gizi buruk ketika pasangan tersebut melahirkan dan memiliki anak. Pastinya mereka memerlukan Gizi yang baik dan perekonomian yang baik bagi keluarga,” ucapnya.

Karena itu, sangatlah penting dalam keterkaitannya pembinaan terhadap pasangan calon pengantin di Kabupaten Banyuasin.

“Kita juga siap dalam membantu program yang telah di buat oleh pihak Kemenag,” pungkasnya.

print