Pertemuan Pedagang Tidak Ada Titik Terang

0
72

kop-dalam-beritaoleh Yuansa – fota Dokumen beritasebelas

beritasebelas.com,Palembang – Pertemuan antara perwakilan pedagang Pasar 16 Ilir, Pasar Sekip dan pihak PD Pasar Palembang Jaya dengan Komisi II DPRD Kota Palembang membahas besaran tarif sewa lapak dan kios di dua pasar tradisional tersebut belum menemui titik terang.

Pertemuan yang diadakan diruang rapat Badan Musyawarah DPRD Kota Palembang, Rabu 21 Desember 2016, semula hanya membahas besaran tarif sewa, berkembang ke persoalan status hak guna bagunan Pasar 16 Ilir Palembang

candra-darmawan
[Candra Darmawan, Ketua Komisi II DPRD Kota Palembang]
Muslim, salah seorang perwakilan pedagang mengatakan, pihaknya meminta seperti ada bentuk perpanjangan HGB selama 20 tahun lagi. Namun keinginan tersebut ditolak oleh pihak PD Pasar Palembang Jaya, karena status HGB tidak mungkin diperpanjang lagi. Akhirnya, menimbulkan argumentasi yang panjang. Hal ini terlihat dari beberapa jamnya rapat tersebut digelar.

“Kalau memang HGB tak bisa diperpanjang, dapat berdagang tetap menginginkan adanya pengalihan hak ke pedagang tapi sewa yang mampu bayar,” kata Muslim.

Sedangkan Ketua Komisi II DPRD Kota Palembang Candra Darmawan, mengatakan, dengan perekonomian yang tidak begitu sehat. Komisi II meminta kepada PD Pasar Palembang Jaya dalam menentukan besaran tarif sewa lapak tidak memberatkan pedagang.

Namun niatan pihaknya untuk membahas harga sewa lapak kandas setelah pihak pedagang dan PD Pasar Palembang Jaya kembali mengulang ulang persoalan HGB.

“BOT sudah setahun berakhir, maka kita hitung kembali,” terangnya.

Candra menyarankan untuk harga sewa lapak tak terlalu jauh dengan harga yang lama. Seperti di Pasar 16 Ilir yang mencapai Rp 3,4 juta per tahun dan Rp 1,5 juta untuk Pasar Sekip.

Tapi pihaknya akan mengkaji besaran biaya sewa dengan target PAD yang akan dicapai oleh PD Pasar Palembang Jaya, sehingga antara targetan PAD dan biaya sewa lapak bisa seimbang.

“Intinya rapat hari ini belum ada hasil. Dan kita akan jadwalkan kembali,” ungkap Politisi PBB ini.

Sementara itu Dirut PD Pasar Kota Palembang Asnawi maupun Direktur Operasional PD Pasar Palembang Jaya Febrianto enggan memberikan komentar. Keduanya nampak cepat meninggalkan ruangan rapat.

“Saya tidak tahu, tanyakan saja ke dewan,”  asnawi dengan mimik cemberut.

print