Pilkada Banyuasin Masih Diisi Muka Lama

0
53

Lanha

beritasebelas.com,Banyuasin – Mayoritas peserta yang akan turun digelanggang Pilkada Banyuasin ini merupakan pemain lama pada musim Pilkada sebelumnya. Dari enam calon bupati sebelumnya, hanya Agus Sutikno dan Yan Anton Ferdian yang tidak turun lagi. Sementara 4 rivalnya Arkoni, Askolani, Slamet Sumasentono dan Hazwar Bidui kembali turun ‘ring’.

Partai Golkar sebagai partai pemenang Pemilu yang memiliki 8 kursi DPRD Banyuasin bergabung dengan PKPI menggenapkan syarat 9 kursi minimal dukungan, memajukan pasangan Syaiful Bachri-Agus Salam.

[Pasangan Syaiful Bachri-Agus Salam]
Sebagai partai besar di tiga orde, Golkar tentunya memiliki mesin politik yang bisa diandalkan. Ditambah massa militan PKPI, digadang mampu meraup banyak suara. Calon yang diusung juga memiliki daya jual yang cukup tinggi. Syaiful Bachri yang merupakan mantan Kepala Dinas Pertanian Banyuasin dinilai mumpuni memajukan pertanian Banyuasin dengan sukses 1,2 juta ton gabah dan mengantarkan kabupaten ini menjadi lumbung pangan provinsi. Namanya tidak asing lagi di Banyuasin terutama di kalangan petani yang merupakan mayoritas penduduk Banyuasin.

Sedangkan Agus Salam, wakil yang mendampinginya juga tidak diragukan lagi. Pengalamannya 3 periode menjadi Ketua DPRD Banyuasin cukup untuk membuktikan kematangan politiknya dan kinerjanya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.

[Pasangan Askolani Jasi-Slamet Sumasentono]
Sementara itu Askolani Jasi-Slamet Sumasentono, merupakan petarung kuat yang patut disegani. Kalau dinilai di atas kertas berdasarkan jumlah dukungan kursi partai politik, pasangan yang punya slogan ‘Bangkit’ ini merupakan pemenang, dengan dukungan 16 kursi dari 5 Parpol besar yakni PDIP 7 kursi, Nasdem 2 kursi, Demokrat 3 kursi, PPP 1 kursi dan Gerindra 3 kursi.

Pasangan ini juga merupakan pemain lama pada Pilkada Banyuasin. Keduanya merupakan petarung memperebutkan kursi Bupati Banyuasin 2013 lalu. Pastinya masih memilik massa militan yang siap mesukseskannya di pertarungan kali ini.

Askolani merupakan kader PDIP yang ramah dan kerap turun ke pelosok Banyuasin, juga tegas memperjuangkan aspirasi rakyat di kursi parlemen. Dipadu dengan  Slamet yang dikenal dengan Pakde, merupakan tokoh yang disakralkan oleh kalangan suku Jawa dan masyarakat perairan. Dengan ketokohan pasangan ini ditambah kekuatan 5 partai besar, sangat berpeluang merebut kursi Bupati Banyuasin.

[Pasangan Arkoni -Azwar Hamid]
Selanjutnya gabungan Partai Hanura dan PKB memajukan nama Arkoni yang kali ini disandingkan dengan Azwar Hamid sebagai wakilnya. Keduanya merupakan tokoh masyarakat yang dibesarkan oleh partai politik dan menjadi wakil masyarakat di parlemen tingkat provinsi dan kabupaten.

Dengan motto ‘Maju’ Arkoni yang merupakan anak asli daerah Rantau Bayur dan Azwar Hamid dari putra Kecamatan Betung digadang menjadi pengobat dahaga warga Banyuasin yang ingin dipimpin putra daerah.

Kemudian Partai PAN dan PKS memberi kepercayaan pada pasangan Agus Yudiantoro-Hazwar Bidui untuk bersaing di Pilkada Banyuasin. Gabungan dua partai Islam ini menyandingkan tokoh daratan Banyuasin dengan tokoh daerah perairan.

[Pasangan Agus Yudiantoro-Hazwar Bidui]
Agus, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian Sumatera Selatan, sudah berpengalaman di bidang birokrasi dan beberapa kali menjadi pemimpin di sejumlah wilayah kecamatan perairan Banyuasin. Bahkan diantara semua Balon, hanya dia yang pernah menjabat Bupati, yakni saat menjadi Pj Bupati Muratara.

Selanjutnya ketokohan Hazwar Bidui juga patut diperhitungkan oleh calon lain. Bagaimana tidak, berdasarkan hasil perolehan Pilkada sebelumnya dia berhasil menjadi runner up, selisih tipis dengan bupati terpilih Yan Anton-Supriono.

Meski hanya diusung dua parpol, tapi mesin politik PAN dan PKS mampu bersaing dengan partai besar lainnya. PAN yang memiliki banyak organisasi pendukung yang tersebar hingga tingkat desa dan RT menjadi kekuatan pasangan ini untuk meraup suara. Sementara itu PKS yang terkenal dengan militansi para kadernya dan memiliki massa rill, siap berjuang all out memenangkan jagoannya.

[Pasangan jalur Independen, Buya Husni Tamrin Madani dan Supartijo]
Selain empat petarung dari jalur partai politik tersebut, juga ada calon dari jalur Independen, Buya Husni Tamrin Madani dan Supartijo. Kehadiran pasangan ini menjadi penawar dahaga warga Banyuasin yang jenuh dengan partai politik. Basic Husni Tamrin sebagai pendiri pondok pesantren juga menjadi alternatif pilihan bagi warga Banyuasin yang mayoritas beragama Islam. Semua Bakal Calon ini telah mendaftarkan diri ke KPUD Banyuasin pada hari Rabu, 10 Januari 2018.

“Lima bakal pasangan calon telah mendaftar, tapi sejauh ini belum ada yang melengkapi syarat. Kami memberikan tenggang waktu hingga tanggal 20 Januari dan 2 Februari penetapan,” ungkapa Ketua KPU Banyuasin.

print