Program KOTAKU Gandeng UMKM

0
67

Alam

beritasebelas.com,Palembang – Kawasan kumuh di Kota Palembang merupakan pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan, sebagai kota metropolis Palembang tidak hanya melakukan pembangunan fisik semata, tapi kawasan kumuh juga prioritas.

Salah program dalam pengentasan kawasan kumuh tersebut, adalah pengembangan dan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Karena peran UMKM di tengah-tengah masyarakat dapat mengangkat tingkat perekonomian.

[Koordinator Kota (Korkot) Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), M Rovie Khuswana bersama narasumber dan perwakilan dinas terkait pada kegiatan Workshop BDC KOTAKU – Foto Alam beritasebelas]
Koordinator Kota (Korkot) Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), M Rovie Khuswana, pada Workshop dengan tema “Business Development Center (BDC) Sriwijaya,” di Hotel Emilia, Selasa 1 Agustus 2017 mengatakan, hal itu dilakukan untuk mengembangkan dunia usaha yang mandiri, berkelanjutan dan mampu bersaing.

“Supaya masyarakat juga memiliki kekuatan ekonomi,”ujarnya.

Menurut Rovie, pihaknya memberikan pinjaman kepada kelompok UMKM, dengan besarannya bervariasi. Tergantung usaha yang dilakukan nantinya. Namun sebelumnya, pihaknya terlebih dahulu memberikan pemahaman kepada warga dan dinas terkait.  Sehingga program tersebut bisa berjalan dengan baik.

“Kita lakukan pembinaan bagi kelompok usaha. Sehingga ketika program sudah digulirkan, bisa berjalan dengan baik. Untuk besarannya sendiri mulai 1 juta sampai dengan 5 juta setiap kelompok UMKM,” ungkapnya.

Sementara itu, Albert Medianto Anggota Komite DBC Palembang, mengatakan saat ini ada sekitar 1300 hektar kawasan kumuh di Kota Palembang, dengan cakupan wilayah berada dikawasan Seberang Ulu di bantaran Sungai Musi.

Dikatakan Albert, Program DBC nantinya akan dibentuk swadaya masyarakat, untuk diberikan pinjaman modal guna mengembangkan usaha.

“Selain kita benahi dengan pembangunan fisik,  juga kita bangun dengan pemberdayaan usaha,” katanya.

Saat ini menurut Albert, ada beberapa program untuk mengatasi kawasan kumuh melalui dana dari Pemerintah Pusat. Seperti NUSP, KOTAKU dan ada juga program dari Kota Palembang.

“Semua program berjalan, tapi kita tidak bisa mengatasi kawasan kumuh tersebut secara langsung. Karena dananya terbatas,” pungkasnya.

print