Puluhan Tahun Sampah Menumpuk, Camat SU II Tidak Mengetahui

0
38

Erika

beritasebelas.com,Palembang — Sampah merupakan salah satu permasalahan yang tidak dapat lepas dari kota-kota besar,  termasuk juga Kota Palembang. Di tengah pesatnya pembangunan dan berhasil mempertahankan Piala Adipura 11 kali secara beruntun. Namun, tumpukan sampah masih terlihat di daerah padat penduduk seperti di Jalan Ahmad Yani Lorong Abdul Kadir, Kelurahan 13 Ulu Kecamatan Seberang Ulu II Palembang.

Bahkan tumpukan sampah tersebut, seakan dibiarkan sejak puluhan tahun lalu dan tidak ada perhatian khusus dari pemerintah untuk menata lahan yang tepat berada di sebelah rumah ibadah dan lokasinya tidak jauh dari salah satu universitas swasta. Hal ini dilontarkan langsung oleh Ismed (58) salah satu warga Lorong Abdul Kadir, Kelurahan 13 Ulu Kecamatan SU II Palembang, Rabu 30 Agustus 2017.

[Tumpukan sampah menyebarkan bau kurang sedap, warga hanya membakarnya untuk mengurangi bau yang menyengat sudah berlangsung selama puluhan tahun dan tidak di perhatikan oleh pihak pemerintah]
Menurutnya, dia telah tinggal di wilayah ini sejak 13 tahun lalu. Namun, tumpukan sampah tersebut sudah ada. Ia dan warga lainnya setiap sore hanya membakar sebagian sampah tersebut guna mengurangi bau yang tidak sedap, akibat sampah organik maupun non organik.

Dikatakannya, Ia dan warga sekitar bersama RT dengan Lurah sering melakukan gotong-royong guna mengumpulkan sampah yang berserakan dipinggir jalan.

“Kita sudah pasang plang tulisan di wilayah ini, tapi sepertinya itu tidak berpengaruh, bahkan saya pernah berselisih paham, saat ada masyarakat yang bukan warga sini datang sengaja untuk membuang sampah berkarung-karung,” terangnya.

Ditambahkanya, lahan yang menjadi tempat tumpukan sampah sepanjang jalan ini, sampai saat ini dirinya belum mengetahui siapa pemilih tanah tersebut. Untuk itu, apabila dijadikan tempat sampah permanen, ditakutkan akan ada hal yang tidak diinginkan terjadi.

“Sampai sekarang saya belum tahu siapa pemilih tanah ini. Bau sampah tersebut sudah sangat mengganggu, belum lagi saat musim hujan sehingga aromanya masuk hingga kedalam rumah,” jelasnya.

Dirinya berharap kepada pihak pemerintah agar dicarikan solusi bagaimana pengelolahan terhadap sampah di wilayah ini.  Disisi lain,  David (45) Ketua RT 20 RW 06 Kelurahan 13 Ulu Kecamatn Seberang Ulu II menjelaskan, tumpukan sampah tersebut memang sudah lama tidak dibersihkan. Setiap hari warga sekitar hanya membakar sebagian kecil sampah guna mengurangi bau yang ditimbulkan. Lanjutnya, pihaknya didampingi Lurah sudah melaporkan hal ini kepada Camat, Namun pihak kecamatan tidak bisa memberikan bak sampah akibat lahan tersebut milik warga.

“Kita sempat melaporkan terkait sampah ini ke Camat, apakah akan dijadikan tempat sampah permanen atau dibersihkan total, tapi pihak kecamatan belum bisa memberikan solusi dengan alasan lahan tersebut belum diketahui pemiliknya,” jelasnya.

Dirinya mengharapkan adanya campur tangan pemerintah untuk menanggulangi sampah di wilayah tersebut, karena dinilai sudah sangat meresahkan akibat bau yang ditimbulkan.

Sedangkan Camat Seberang Ulu II Ichsanul Akmal tidak mengetahui adanya tumpukan sampah diwilayahnya

“Belum ado laporan warga ke kecamatan,” kilahnya.

print