Saat Hujan, Jalan di Tanjung Lago Tak Bisa Dilewati

0
20

Advertorial

beritasebelas.com,Banyuasin – Ketersediaan infrastruktur jalan di Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, masih menimbulkan keluhan. Apalagi saat hujan turun, banyak jalan di kecamatan ini tak bisa dilewati, karena belum dilakukan pengerasan.

[Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Dapil 10 Banyuasin]
Kondisi jalan yang jauh dari kata representatif ini, diutarakan Camat Tanjung Lago, Yus Rizal saat berdialog dengan anggota DPRD Sumatera Selatan asal Dapil X yang sedang melakukan reses tahap I tahun 2018. Reses digelar sejak 27 Maret hingga 1 April 2018 diikuti anggota Dapil X yakni Muhammad F Ridho, ST, MT; Robby Budi Puruhita, SE; Nadia Basjir, SE; Nasrul Halim, SH; dan Maliono, SH.

Selama masa reses, rombongan Dapil X mengunjungi konstituen dibeberapa kecamatan di Banyuasin. Di Kecamatan Tanjung Lago, rombongan mengadakan pertemuan dengan warga di Desa Purwosari dan Desa Muara Sugih. Pertemuan tersebut dihadiri warga, tokoh masyarakat, perangkat desa, dan lainnya.

[Nadia Basjir Anggota Dapil X DPRD Sumatera Selatan memberikan penjelasan atas aspirasi masyarakat Purwosari Banyuasin]
Saat dialog di Desa Purwosari, Camat Tanjung Lago, Yus Rizal memaparkan, di Kecamatan Tanjung Lago ada 15 desa. Sejauh ini, masalah yang masih menjadi persoalan utama adalah infrastruktur jalan yang sangat tidak memadai.

“Bila hujan, jalan-jalan tersebut tidak bisa dilalui, kita mengerti saat ini Provinsi Sumsel sedang menghadapi Asian Games hingga keuangan sangat terbatas, tapi kami berharap kiranya anggota Dapil X bisa mencarikan jalan keluar untuk masalah jalan ini,” ujar Camat.

[Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Dapil 10 berdialog dengan warga guna menampung aspirasi]
Sebelumnya, Kepala Desa Purwosari, Suprianto, mengatakan, jalan dari Desa Mulia Sari-Desa Telang Sari, pernah ditimbun dengan pasir batu (sirtu) sepanjang 4km memakai dana swadaya masyarakat. Sayangnya saat hujan, pasir dan batu yang telah ditebar di sepanjang jalan itu, hanyut terbawa air hingga akhirnya habis. Untuk itu, warga minta agar pemerintah mengecor jalan tersebut.

Selain jalan, warga juga minta pembangunan lapangan voli. Selama ini sudah tersedia lahan seluas satu hektar yang sering dipakai warga untuk bermain voli. Namun, saat hujan, lapangan tidak bisa digunakan karena berlumpur.

Herman, warga Desa Purwosari, mengeluhkan turunnya harga gabah dan jagung yang tidak sesuai dengan biaya obat-obatan dan harga bibit. Dia pun minta agar pemerintah lebih memperhatikan nasib petani.

Terhadap aspirasi-aspirasi tersebut, anggota Dapil X, Maliono menjelaskan, untuk pembangunan infrastruktur jalan, harus dilihat dulu jalan tersebut masuk kewenangan provinsi atau kabupaten. Sementara kalau untuk pembangunan daerah kumuh dan daerah argopolitan, bisa mendapat bantuan dari anggaran Provinsi Sumsel.

[Warga masyarakat Kecamatan Tanjung Lago mengikuti kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan dapil 10]
Dia juga meminta kesadaran masyarakat untuk sama-sama menjaga jalan dan punya rasa memiliki, agar kekuatan jalan dapat bertahan lama. Misal, apabila jalan tersebut tidak dapat dilalui mobil bermuatan besar, hendaknya jangan memaksakan untuk lewat. “Tapi gunakan mobil yang lebih kecil agar jalan tersebut bisa bertahan lama,” ujarnya.

Sedangkan Nadia Basjir mengatakan, desa-desa bisa memanfaatkan dana coorporate social responsibility (CSR) dari perusahaan perkebunan yang ada di lingkungan desa untuk menunjang pembangunan. Sesuai undang-undang, perusahaan harus menyisihkan 3 persen dari keuntungan untuk disumbangkan kepada masyarakat sekitar perusahaan. “Apabila mereka mangkir dan tidak mau membantu, saya siap, bersama pihak kecamatan, sidak ke perusahaan perkebunan tersebut,” tegas Nadia.

Masih terkait aspirasi soal infrastruktur, Robby Budi Puruhita menambahkan, DPRD Sumsel sudah berkonsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan dipastikan bahwa untuk saat ini provinsi harus melunasi utang ke pemerintahan kabupaten/kota. Itu berarti akan ada dana yang masuk ke kas kabupaten yang bisa digunakan untuk pembangunan. “Tapi Yang harus dilakukan adalah memperbaiki mental untuk sama-sama menjaga dan merawat apa-apa yang telah dibangun dan diberikan pemerintah,” kata Robby.

[Robby Budi Puruhita anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan dapil X memberikan penjelasan saat reses]
Tentang  turunnya harga gabah dan jagung, Robby mengatakan, dalam  hal ini dikarenakan harga yang ditetapkan Dolog lebih murah dibanding harga tengkulak. Ditambah lagi ada petani yang diberi iming-iming uang terlebih dahulu sebelum panen. Sehingga saat panen tiba, tengkulak bisa menekan harga.

Pada pertemuan di Desa Muara Sugih, Kecamatan Tanjung Lago yang dihadiri Kepala Desa Muara Sugih, Muhammad Harik serta tokoh masyarakat setempat, Naswiyah, guru SDN 12 Tanjung Lago menyampaikan aspirasi minta dibuatkan pagar sekolah. Menurut dia, daerah tempat dia mengajar sangat sepi sehingga sering terjadi aksi pencurian di sekolahan.

Warga lain mengeluhkan kondisi tanah yang asam sehingga hasil padi tidak maksimal. Warga pun minta dibuatkan irigasi agar air dapat mengalir ke sawah-sawah dan ini demi mendukung Banyuasin sebagai kawasan swasembada pangan. Selain itu ada juga bidan desa yang minta dibuatkan puskesdes dan posyandu.

Menanggapi aspirasi soal pembuatan pagar sekolah dan penambahan gedung, Robby menjelaskan, tiap-tiap program harus disesuaikan dengan program dinas terkait di pemerintah sesuai tingkatannya masing-masing. Ia pun menyayangkan tidak adanya usulan dari Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin ke pemerintah pusat, baik untuk alat pertanian maupun cetak sawah baru.

[Camat Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin memberikan sambutan saat reses]
Namun demikian, Muhammad F Ridho menambahkan, semua aspirasi yang disampaikan akan tetap diusahakan. “Kami akan berkoordinasi dengan DPRD Kabupaten Banyuasin, untuk ranah provinsi akan kami konsultasikan dengan Kementerian Dalam Negeri,” tambah Robby.

Hal yang sama diutarakan Nasrul Halim. Dia menyatakan, semua usulan yang disampaikan warga akan diperjuangkan. “Untuk bantuan masjid akan diupayakan dibantu dari masing-masing anggota Dapil X,” ujar Nasrul.

print