Sekda : Saya Hanya Menyampaikan Info Hotel Ibis

0
24

Yudi

beritasebelas.com,Palembang – Statemen Sekretaris Daerah Kota Kota Palembang Harobin Mustafa, menuai kontraversi dimana saat reses Anggota DPRD Provinsi dapil 2 Kota Palembang, Jumat,  8 September lalu,  terkait telah dicabutnya semua Ground Anchor yang mengarah ke tanah PT Sebangun Bumi Andalas (SBA)  milik Group JM akhirnya menimbulkan protes.

Dimana pihak kuasa hukum PT SBA dari LBH PWI, Iir Sugiarto, menyatakan, pernyataan tersebut menimbulkan permasalahan baru yang timbul yakni turunnya tanah bangunan millik kliennya, jika Ground Anchor di cabut, hal ini seharusnya menjadi tanggung jawab pengembangan bangunan Hotel Ibis.

[Sekda Kota Palembang Harobin Mustopa]
“Disini kami cermati bahwasanya ada bahasa yang coba diputar, memang kami meminta agar Ground Anchor itu dicabut, karena itu masuk ke lahan  kami. Bahasa yang diputar artinya ketika Ground Anchor dicabut tanah itu bisa longsor artinya karena  permintaan kami sendiri,  kami yang menanggung akibatnya. Itu yang kami Maknai dari bahasa yang disampaikan Sekda Kota Palembang, “ujar Iir Sugiarto SH, Kuasa Hukum dari LBH PWI saat konferensi pers di Kopi Tiam New Town Jalan Bangau,  Selasa 12 September 2017.

Iir Sugiarto yang didampingi Ade Akbar SH,  meminta agar Sekda turun kelapangan mengecek fakta sebenarnya, jangan hanya menerima laporan staf saja.

“Sebagai pejabat publik, Sekda jangan mengeluarkan peryataan menyesatkan.  Kalau belum pernah lihat ke lapangan coba dilihat dulu jangan berstament, tapi belum terlihat lapangan Ground Anchor  faktanya hanya dipotong di permukaan saja di dinding milik Hotel Ibis,  dan tanah milik kami itu akan turun  seketika Ground Anchor itu menembus lahan,”keluh Iir didampingi Adi Akbar

Menurutnya, dampak dari penanaman Ground Anchor dimasukan ke tanah lahan klienya mengakibatkan dinding dan lahan parkir retak.

Dikatakannya, PT SBA telah mengalami kerugian sebelum Graound Anchor dipotong. Namun jika ini Ground Anchor yang panjangnya 20 M dicabut kerugian pihak JM harus ditanggung Pengembang Hotel Ibis.

“Kami meminta Sekda Palembang Harobin Mustofa, untuk mengklarifikasi pernyataan sebelumnya perihal pemotongan dan pencabutan, faktanya itu hanya dipotong bukan dicabut,”jelasnya

Permintaan  untuk mengklarifikasi bahasa dicabut dengan dipotong ini akan disampaikan Lembaga Bantuan Hukum PWI besok pagi,  Rabu13 September dan meminta Sekda Kota Palembang untuk menjawab dalam tempo 2 x 24 jam.

“Sedikit point yang kami sampaikan di dalam surat yang akan kami kirimkan besok (Rabu 13 September), kami memberi waktu kepada bapak untuk menjawab segera dalam waktu 2 x 24 jam atau 2 hari. Apabila tidak ada verifikasi yang dimuat di media terkait statement tadi maka persoalannya akan dibawa ke jalur hukum karena,  menurut kami ada kebohongan yang dilakukan,” tegas Iir.

Pihaknya Sambung Iir, memiliki bukti kalau Ground Anchor hanya dipotong. kita sudah mengirim orang untuk mendokumentasikan fakta dilapangan. Kami minta Ground Anchor yang masuk ke lahan PT Sebangun Bumi Andalas harus dicabut.

Sedangkan Ahli Struktur Bangunan Sugeng Riyadi menjelaskan, Pemasangan Ground Anchor dalam sebuah bangunan dapat mempengaruhi struktur tanah disebelahnya. Disingung berapa besar pengaruh Ground Anchon yang terpasang terhadap bangunan disektarnya,

“Kalau ditanya seberapa besar pengaruh Grand Anchor yang dipasang dalam pembangunan Hotel Ibis terhadap tanah bangunan disebelahnya perlu dilakukan   peninjau ke lokasi,”ungkapnya.

Ketika awak media meminta konfirmasi langsung Ke Sekda Palembang Harobin Mustofa,

“Saya hanya menyampaikan apa yang disampaikan oleh pihak Ibis terkait Ground Anchor, kalau sudah dicabut,” katanya.

Disingung Kuasa Hukum PT SBA akan menyampaikan surat keberatan atas pernyataan tersebut, Harobin mengungkapkan, “Apa yang mau diklarifikasi,”singkatnya.

print