Setiap Bulan Ramadan Volume Sampah Meningkat

0
8

Yudiansyah

[Ilustrasi]
beritasebelas.com,Palembang – Peningkatan volume sampah selama bulan Ramadan semakin meningkat,  terutama kegiatan pasar bedug menjadikan salah satu penyebab peningkatan volume sampah di Kota Palembang. Demikian disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Kota Palembang, Faisal AR, Kamis 31 Mei 2018.

“Selama Ramadan, volume sampah di Kota Palembang meningkat 20 persen dari hari biasanya. Penyebabnya karena aktifitas masyarakat selama Ramadan meningkat, dan keberadaan pasar bedug selama Ramadan,” akunya.

Faisal menerangkan, biasanya sampah di Kota Palembang yang diangkut Dinas LHK sebanyak 600-700 ton per hari. Tapi sekarang mencapai 800-900 ton per hari.

“Paling banyak di pasar bedug terjadi penumpukan setelah pasar,” ujarnya.

Melihat kondisi ini, Faisal akan menambah personil untuk mengangkut sampah. Saat ini ada 60 personil pasukan kuning yang mengangkut sampah diruas jalan protokol. Sedangkan untuk kawasan pinggiran,  pihaknya dibantu oleh kaisar yang tersebar di setiap kecamatan.

“Mobil ada dan motor kaisar juga sudah jalan.  Untuk mobil di kecamatan membantu mengangkut sampah-sampah yang ada di pinggir-pinggir,” katanya.

Kendati meningkat, namun sambung Faisal pihaknya tetap siaga dan siap menerjunkan personil untuk menyisir sampah, seperti masih banyaknya sampah di median jalan yang sering ditemui di kawasan Kertapati.

“Kurangnya kesadaran masyarakat membuat sampah masih bertumpuk,  padahal urusan sampah bukan hanya pemerintah tetapi harus ada kerjasama dengan masyarakat untuk mengangkut sampah,” imbuhnya.

Sebagai kota berkembang, sampah menjadi masalah serius yang saat ini terus ditangani Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas LHK.

Produksi sampah juga tumbuh setiap harinya, dimana menurut data yang disampaikan, dari total produksi sampah 1.400 ton per hari, hanya 600-800 ton yang bisa terangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukawinatan.

“Penduduk kita berjumlah 1,8 juta jiwa, dimana produksi sampahnya 1.400 ton per hari. Dari total kapasitas TPA Sukawinatan sebesar 25 hektare tinggal tersisa empat hektare. Jadi teknologi insenerator dirasa cukup efektf,” tandasnya.

print