Sidang Pelanggaran Pemilu Berlanjut, Hakim Periksa Puluhan Saksi

0
11
[Sidang lanjutan pelanggaran Pemilu]

Haris

beritasebelas.com,Palembang – Sidang kasus dugaan pelanggaran Pemilu dengan lima terdakwa yakni komisioner KPU Palembang kembali digelar di Pengadilan Negeri Palembang, Senin 8 Juli 2019.

Dalam lanjutan sidang kali ini majelis hakim yang diketuai Erma Suharti memeriksa sejumlah saksi, diantaranya M Taufik Ketua Bawaslu Palembang, Dadang Aprianto Komisioner Bawaslu dan Ahmad Harris Ketua Panwascam Ilir Timur II Palembang.

Diperiksa sebagai saksi dalam persidangan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Palembang M Taufik mengaku heran dengan banyaknya surat suara kurang saat pelaksanaan Pemilu 17 April lalu. Selain itu pihaknya juga telah merekomendasikan agar KPU Palembang menyelenggarakan Pemilihan Suara Lanjutan (PSL) di 70 TPS di 5 kelurahan dalam wilayah Kecamatan IT II Palembang setelah mendapat surat tembusan dari Panwascam. Namun hanya dilaksanakan di beberapa TPS.

“Saat itu saya dapat laporan langsung lewat telepon dari Panwascam kalau di Ilir Timur II ada kekurangan surat suara. Pada 17 April, kok terjadi kekurangan surat suara? KPU tidak menyampaikan apa kendalanya [kekurangan suara] sehingga ini yang kita tidak tahu,” ujar Ketua Bawaslu Palembang M Taufik.

Dirinya menjelaskan, dari hasil laporan pengawas TPS ke Panwascam Ilir Timur 2, terdapat kekurangan 6.990 surat suara Pilpres dan 220 surat suara legislatif. Sehingga 7.210 hak pilih warga yang belum tersalurkan. Namun setelah proses rekomendasi dilakukan, akhirnya PSL hanya dilakukan di 13 TPS karena ada penolakan dari KPPS untuk melakukan PSL

“Bawaslu tidak tahu surat pernyataan tidak akan melaksanakan PSL apakah dari masyarakat, dari KPPS atau ada dorongan dari KPU,” kata dia saat memberikan keterangan sebagai saksi di Pengadilan Negeri Palembang.

print