Siswa Taruna Indonesia Tewas Saat Ikut MOS

0
17

[Delwyn Berli Juliandro]

Haris

beritasebelas.com,Palembang – Delwyn Berli Juliandro (14), salah satu siswa SMA Taruna Indonesia tewas saat mengikuti serangkaian kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) yang digelar di sekolahnya, Sabtu 13 Juli 2019.

Merasa ada kejanggalan dengan kematian anaknya, orangtua korban membawa jasad Delwyn ke RS Bhayangkara Palembang untuk dilakukan otopsi dan melaporkan kejadian ini ke Polresta Palembang.

Aparat Kepolisian yang mendapat laporan langsung melakukan upaya penyelidikan dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi dari rekan-rekan korban.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara memastikan bahwa ada luka lebam di sekujur tubuh korban. Namun pihaknya belum bisa memastikan penyebab munculnya lebam tersebut.

“Untuk hasil kita menunggu hasil otopsi resmi kedokteran forensik. Belum bisa dipastikan secara kasat mata, apakah lebam ini muncul karena penganiayaan atau proses pasca kematian,” ujarnya.

Disamping itu, Yon juga membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari keluarga korban serta pihaknya juga segera melakukan gelar perkara dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Pihak orang tua korban ingin kepastian penyebab kematian anaknya. Kita sudah cek TKP dan dokter forensik sedang melakukan proses otopsi,” paparnya.

Ditempat berbeda, tim dokter forensik menemukan sejumlah tanda-tanda kekerasan yang diduga menjadi penyebab kematian siswa SMA Taruna Indonesia tersebut.

“Kita lakukan pemeriksaan luar ada kekerasan di kepala dan kaki. Pemeriksaan dalam juga ditemukan di dada dan kepala ada resapan darah berarti ada benturan kuat,” ujar dr Indra Sakti, dokter forensik RS Bhayangkara Palembang.

Sementara itu Aswin (46), paman korban mengatakan, jika dirinya baru mendapat kabar pada pagi hari. Pihak sekolah mengatakan jika keponakannya tersebut meninggal karena kelelahan usai mengikuti ospek di sekolah yang mengusung semi militer tersebut.

“Saya juga baru dapat kabar bahwa Delwin meninggal dunia pagi tadi. Belum tahu pasti penyebabnya apa,” ujar Aswin, saat berada di RS Bhayangkara Palembang menunggu proses otopsi terhadap jasad korban.

Kepada keluarga Delwyn, pihak sekolah menuturkan jika proses orientasi berlangsung pada malam hari tersebut diikuti semua siswa termasuk, Delwin. Korban diketahui kelelahan dan tidak sadarkan diri saat mengikuti rangkaian kegiatan.

“Kata pihak sekolah, saat ospek semalam para siswa disuruh jalan dari Talang Jambe ke Sukabangun Palembang jam 00.00. Sampai ke Sukabangun sekitar jam 01.00 WIB. Lalu ketika disuruh berjalan ke parit selebar 2 meter, Delwyn tak sadarkan diri,” jelas dia.

Oleh pihak sekolah, korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Myria Palembang hingga menghembuskan napas terakhir. Saat dicek korban mengalami memar pada bagian kaki, sehingga jenazah dibawa ke Bhayangkara untuk diotopsi.

“Tadinya dilihat korban mengalami luka memar di bagian kaki. Saat ini sedang dilakukan otopsi. Tadi juga ibunya, Berce sudah melapor ke Polresta Palembang,” jelasnya.

print