Soal Virus Campak dan Rubella, Dinkes Beberkan Bahaya Penyakit Ini

0
22
[Sharing session bersama komunitas perangi rubella, workshop jurnalis dan media kompetisi yang digelar oleh Komunitas Jurnalis Kesehatan (KJK) Sumsel di Meeting Room Hotel Amaris Palembang – Foto Arto beritasebelas]

Arto

beritasebelas.com, Palembang – Belakangan ini, Pemerintah tengah getol mengkampanyekan soal penyakit Campak dan Rubella. Ternyata, penyakit oleh Virus Campak dan Rubella ini memang sangat membahayakan, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak.

Demikian mengemuka pada sharing session bersama Komunitas Perangi Rubella, workshop jurnalis dan media kompetisi yang digelar oleh Komunitas Jurnalis Kesehatan (KJK) Sumatera Selatan di Meeting Room Hotel Amaris Palembang, Selasa 28 Agustus 2018.

Dokter RSUD Bari sekaligus Ketua Pokja KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) bagian infeksi dan tumbuh kembang, dr Halimah mengatakan bahwa Campak dan Rubella sebetulnya tidak terlalu berbahaya bagi orang dewasa. Tapi akan berbahaya bagi wanita hamil dan anak-anak.

“Karena jika wanita hamil menderita Rubella, maka akan berpengaruh pada janinnya sehingga berpotensi mengalami kecacatan pada calon anaknya. Pun juga bagi anak 9 bulan sampai 15 tahun harus dilakukan imunisasi agar terhindar dari Virus Campak dan Rubella,” jelasnya.

Halimah mengatakan, bahwa gejala Campak dan Rubella umumnya berawal dari demam, dan penularan bisa lewat pernafasan, sebut saja bersin dan juga batuk.

“Oleh karenanya kami juga himbau agar masyarakat bisa ikut imunisasi Campak dan Rubella, karena sangat berbahaya terutama bagi anak dan ibu hamil,” pungkasnya.

Bahkan Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Selatan Dra Lesty Nurainy, Apt. MKes mengatakan bahwa saat kampanye imunisasi Campak dan Rubella sudah dilakukan. Program pertama di Agustus adalah imunisasi di sekolah-sekolah dan September dilakukan di Puskesmas, layanan kesehatan masyarakat dan lainnya hingga ke desa-desa.

“Sesuai arahan pusat target memang 95 persen dan saat ini baru 33,70 persen. Mudah-mudahan dengan kegiatan KJK ini bisa ikut mendorong kampanye imunisasi Campak dan Rubella dan bisa viral dan dibaca oleh masyarakat Sumsel khususnya,” jelasnya.

Sedangkan Ketua MUI Sumatera Selatan Prof Dr Aflatun mengatakan bahwa sesuai fatwa MUI Pusat bahwa imunisasi Campak dan Rubella sangat di rekomendasikan, lantaran alasan mendesak. Hal ini lantaran banyak yang mengatakan bahwa imunisasi Campak dan Rubella haram hukumnya.

“Saya himbau masyarakat tak perlu khawatir, karena imunisasi Campak dan Rubella berdasarkan fatwa MUI Pusat diperbolehkan. Karena, berdasarkan asas darurat dan membahayakan kesehatan,” tegasnya.

print