Soroti Kualitas SDM Hotel, Sekolah Pariwisata Gelar Pelatihan

0
19

Arto

[Suasana In-House Training program One GM One SMK, di SMKN 3 Palembang – foto Arto beritasebelas]
beritasebelas.com,Palembang – Guna mengembangkan sektor wisata diseluruh Indonesia perlu adanya Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang wisata yang berkualitas tinggi.

Maka dari itu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Jurusan Pariwisata melaunching program “One General Manager (GM) Hotel For One SMK Pariwisata. Program tersebut dianggap mampu meningkatan kualitas lulusan SMK Pariwisata menjadi yang berkualitas tinggi.

“Selama ini hotel jalan sendiri, jarang melibatkan SMK untuk mengisi SDM nya diperhotelan,”ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumtera Selatan, Widodo disela kegiatan In-House Training One GM One SMK Pariwisata di SMKN 3 Palembang, Rabu 6 Mei 2018.

Dikatakannya, wisata adalah penghasil terbesar, selama ini masyarakat hanya bayangkan minyak dan gas (Migas) yang mempunyai penghasil terbesar. Meskipun program ini baru dimulai, namun pihaknya yakin ini belum terlambat.

“Pertumbuhan hotel sangat besar, saya tidak ingin yang mengisi SDM hotel orang dari luar, seperti Jakarta dan Daerah Jawa lainnya. Jadi ada MoU antara SMK dan GM hotelnya,” jelas Widodo.

Tentu pada saat olahraga terbesar nanti, yakni Asian Games akan ada tamu yang besar. Dan ini sebagai pemicunya, jangan sampai anak kita hanya jadi penontonnya saja. Kita ingin anak didik kita bisa memanfaatkan momen tersebut.

Ketua umum DPP Asosiasi SMK Pariwisata seluruh Indonesia Corporate General Manager Brand Asana Aerowisata Hotels, Hadi Sutrisno menuturkan, ada 25 SMK se Sumatera Selatan yang negeri ada 13 SMK dan swasta ada 12 SMK. Dan mereka semua tergabung dalam  Asosiasi SMK Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan.

“25 SMK ini akan dilantik menjadi DPD Asosiasi SMK Pariwisata Sumsel. Dan ini merupakan bentuk kerjasama yang mana peran aktif dari GM dan berkontribusi langsung ke dunia pendidikan,” terang Hadi diwaktu dan tempat yang sama.

Ada MoU antara SMK dan GM hotel, dimana pihak GM akan siap menjadi guru tamu atau dosen tamu sekolah untuk mengajar siswa secara langsung.

“Ada 4 fokus yang pertama harus siap  menjadi guru tamu atau dosen tamu sekolah yang didampingi pihak GM, kedua siap membantu dan mendampingi kurikukulum bersama sehingga ada penyelarasan sekolah dan industri, ketiga adanya bentuk CSR jadi dalam hal mengembangkan bukan tanggungjawab pemerintah, tapi pihak industri, Inpres 9 tahun 2009 revitalisasi SMK, terakhir mendorong dan membantu SMK jadi sehingga punya kompetensi unggulan,”pungkasnya.

print