Suhu Politik Memanas, Irma Suryani: Masyarakat Jangan Mau Terpecah Belah

0
29

A Yudiansyah

beritasebelas.com,Lahat – Pasca berlangsungnya Pilkada Kabupaten Lahat, suhu politik di Bumi Seganti Setungguan sempat memanas. Demonstrasi yang berlangsung ricuh, hingga pengeroyokan tim pemenang Paslon Bupati dan Wakil Bupati Lahat, Cik Ujang-Haryanto (Cahaya), cukup menarik perhatian anggota DPR RI, Irma Suryani SE. Bahkan, politisi Nasdem itu turun langsung ke Kabupaten Lahat untuk melihat langsung kondisi yang terjadi di lapangan. Irma berharap masing-masing pihak dapat menahan diri, sehingga tidak ada perpecahan ditengah masyarakat Kabupaten Lahat.

“Jangan buat masyarakat terpecah bela,” tegas Irma. Saat berada di kediaman Calon Bupati Cik Ujang. Dalam proses Pilkada, kata Irma, wajar ada yang kalah dan menang. Sehingga tidak perlu ada insiden pengeroyokan hingga intimidasi, yang membuat masyarakat tidak tenang. Atas nama partai koalisi pengusung pasangan Cahaya (Nasdem, Demokrat dan Hanura), Irma berharap, Polres Lahat dapat menjaga agar situasi tetap kondusif.

Sebagai partai pengusung, Irma menegaskan, akan terus mengawal kemenangan pasangan Cahaya, hingga proses pelantikan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lahat terpilih.

“Kalau ada tindakan kriminalisasi, wilayahnya hukum. Tentu kami akan menempuh jalur hukum. Biarlah hukum yang selesaikan. Terkait Pilkada, ada Panwaslu. Konstalasi ini juga untuk rakyat,” tegasnya.

Ditempat terpisah, aksi pengeroyokan anggota DPRD Lahat, Fitrizal Homzi, sangat disayangkan Wakil Ketua DPRD Lahat, Hermansyah SH. Politisi Nasdem ini meminta Kepolisian tidak segan-segan menangkap pelaku pengeroyokan itu. Apalagi aksi itu diduga dilakukan dari massa salah satu Paslon Bupati dan Wakil Bupati Lahat.

“Tangkap dan tahan,” tegas Hermansyah.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh massa salah satu paslon Bupati dan Wakil Bupati itu, sudah masuk ranah kriminal. Sehingga Polres Lahat harus bertindak tegas. Apalagi aksi pengeroyokan yang terjadi, mengarah kepada aksi penculikan, sebab korban Fitrizal dituduh melakukan money politic dalam Pilkada Lahat. Akibat aksi itu pula, anggota dewan lainnya yang masuk dalam koalisi partai pengusung Paslon Cik Ujang-Haryanto (Cahaya), ungkap Hermansyah, merasa terancam. Sebab beberapa anggota dewan sudah mendapat ancaman dari sekompok orang.

“Disini kinerja Polri dipertanyakan masyarakat. Buatlah masyarakat jangan ketakutan. Ini kan negara hukum, ada aturan,” tegas lelaki yang pernah menjabat Kepala Kejaksaan Negeri ini.

Sedangkan Kapolres Lahat, AKBP Roby Karya Adi SIK, menyatakan baru memeriksa satu orang atas pengeroyokan Fitrizal. Itu pun masih berstatus saksi. Meski dari keterangan terlapor Fitrizal, terdapat puluhan orang yang melakukan penyerangan terhadap dirinya. Dari video yang telah beredar juga terlibat banyak pelaku pengeroyokan itu.

“Dari laporan itu, baru satu orang yang kami periksa,” katanya.

print