Sumatera Selatan Terus Kebut Pembangunan Lima Tempat Ibadah Jelang Asian Games

0
66

Arto

[Progres Report pembangunan lima rumah ibadah di area Jakabaring Sport City Palembang – foto Arto beritasebelas]
beritasebelas.com,Palembang – Pesta olahraga bergengsi Asian Games tinggal hitungan beberapa bulan lagi, sejumlah kesiapan terus dikebut oleh pemerintah guna memaksimalkan penyelenggaraan multievent olahraga terbesar se Asis tersebut.

Selain menggeber persiapan berbagai venue dan infrastruktur lainnya, lima tempat ibadah yang dibangun di area kompleks olahraga terpusat bertaraf Internasional Jakabaring Sport City (JSC) Palembang juga terus dikebut pembangunannya.

Sebelumnya, rumah ibadah yang dibangun hanya untuk lima agama. Namun ternyata saat dipastikan, akan ada enam rumah ibadah yang dibuat sebagai sarana non-venue.

Pembangunan non-venue ini ternyata murni, ide dari Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, guna memudahkan atlet dan official untuk beribadah, terlebih jarak lokasi sangat dekat dengan wisma atlet.

Dikatakan langsung oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Eki Arsitra Rizky, pembangunan keenam rumah ibadah itu menjadi salah satu persyaratan dan kelengkapan non-venue kompetisi. Kemudian dengan letak bangunan yang terlihat sangat jelas dengan simbol setiap agama, membuat bangunan ini menjadi point penting.

“Saat ini, secara fisik, bangunan yang terletak pada area JSC itu sudah bisa dikenali oleh tiap penganut. Bangunan dipastikan bisa digunakan sebelum pembukaan Asian Games pada 18 Agustus nanti. Sejauh ini pembangunan sudah hampir di angka 80 persen”ujarnya Selasa 5 Juni 2018.

Menurut Eki Pembangunan rumah ibadah tersebut,  juga dianggap sebagai simbol pemersatu bangsa. Itu menjadi bukti lanjutan bagi posisi Sumatera Selatan yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah bebas konflik bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

“Sejauh ini yang saya tahu, ada beberapa ketua dari persatuan agama yang menyambut baik bangunan rumah ibadah ini. Ada beberapa waktu lalu, dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sumatera Selatan, merespon positif kehadiran pembangunan pura yang berdampingan dengan rumah ibadah umat Islam, Kristen, Katolik, Buddha, dan Konghucu,”tambahnya.

Lanjut Eki, mengatakan untuk spesialis bangunan pura pun, tidak dibuat sembarangan. Pura yang dibangun pada titik utamanya, menggunakan sistem knock down yang didatangkan langsung dari Bali. Sedangkan untuk bangunan penunjang dikerjakan oleh tukang perantau asal Bali yang ada di Palembang.

“Pokoknya kita selalu menargetkan, semua yang ada disini setiap venue atau non-venue terselesaikan pasti sebelum Asian Games berlangsung,”pungkasnya.

print