Tak Dapat Nomor Antrian, Puluhan Pasien Demo RSUD Baturaja

0
67

Bagus

[Pasien saat protes pada petugas rumah sakit karena sudah menunggu dari subuh, tapi tak dapat nomor antrian- foto bagus beritasebelas]
beritasebelas.com, Baturaja – Puluhan pasien mata RSUD Ibnu Sutowo Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) “ngamuk” di tempat antrian nomor poli mata Kamis 5 Juli 2018. “Ngamuk” nya puluhan pasien mata tersebut lantaran sudah tiga hari tidak dapat nomor antrian untuk berobat mata tersebut.

M Said warga OKU Selatan mengatakan jika dirinya sudah datang jauh sebelum antrian dibuka oleh satpam jaga poli mata, namun saat buka nomor antrian tidak ada lagi. Padahal pihak rumah sakit telah menetapkan buka pendaftaran pukul 05.00 Wib, namun pada prosesnya, warga yang datang pukul 03.00 Wib tidak mendapatkan nomor antrian dengan alasan nomor antrian untuk poli mata sudah habis.

“Kemana nomor antrian jika kita sudah nunggu jauh sebelum buka, tapi pas buka sudah tidak ada lagi. Satpam yang pegang nomor antrian juga tidak menjelaskan apakah nomor antrian sudah habis untuk pasien yang antri kemarin atau bagaimana,” kata Said.

Lagian juga kata Said dokter mata RSUD baru masuk hari ini, setelah sebelumnya dokter mata RSUD tidak masuk 2 minggu karena cuti.

“Baru masuk hari ini lagi dokternya, katanya cuti, apakah tidak ada dokter umum untuk menggantikannya, bagaiamna kalo pasien yang urgent harus ditangani dengan benar,” pungkas Said

Hal yang sama juga di ungkapkan oleh Rohmah warga Sukaraya mengatakan dirinya datang hanya untuk meminta rekomendasi dari rumah sakit untuk anaknya yang akan digunakan keperluan sekolah. Namun kata dia, melihat kondisi seperti ini anaknya tidak akan mendapat rekomendasi buta warna dari rumah sakit.

“Untuk keperluan sekolah, jika anak kita tidak buta warna, tapi kalo liat seperti ini jauh panggang dari api anak saya bakalan dapat rekomondasi. Yang susahnya pihak sekolah harus dapat rekomendasi dari rumah sakit pemerintah, ya mau bagaimana lagi,” kata Rohmah

Pihak rumah sakit melalui Turipno Humas RSUD Ibnu Sutowo Baturaja mengatakan hanya bisa meminta maaf kepada pasien mata, karena pihak rumah sakit sudah melakukan tindakan semaksimal mungkin agar setiap pasien yang datang bisa terdaftar.

Namun hanya saja Turipno mengatakan dokter mata yang dimiliki oleh RSUD hanya satu orang serta RSUD Ibnu Sutowo menjadi rumah sakit rujukan dari OKU Timur, OKU Selatan, Way Kanan dan OKU, jadi otomatis pasien membludak.

Turipno juga mengatakan, jika pihak rumah sakit saat ini sudah memberlakukan siapa yang terlebih dahulu datang dia yang mendapat nomor antrian.

“Sudah kita berlakukan hal tersebut siapa yang duluan datang dia yang mendapatkan nomor antrian. Sudah kita buat aturan 1 pasien hanya 10 menit jadi dengan 50 pasien bisa sampe jam 3 hingga jam 4 sore, itupun sudah melebihi jam kerja,”kata Turipno.

Untuk masalah dokter yang tidak masuk kata Turipno dia mempunyai hak cuti tahunan selama 10 hari, kemudian setelah itu melanjutkan mengikuti simposium di Barcelona jadi baru selesai kemari dan mulai masuk hari ini.

Menanggapi kenapa tidak boleh gantikan dengan dokter umum, Turipno menjelaskan perlu masalah penyakit mata harus ditangani oleh spesialis mata dan tidak bisa digantikan oleh dokter umum.

print