Tak Ingin Ada Politik Uang Di Seberang Ulu, Panwaslu gelar Sosialisasi

0
22

Yudiansyah

[Anggota Panwas Kota Palembang Dadang Aprianto saat memberikan sosialisasi politik uang di Kelurahan 3/4 Ulu Kecamatan Seberang Ulu 1 Palembang – foto Yudiansyah beritasebelas]
beritasebelas.com,Palembang – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Palembang, menggelar sosialisasi kepada masyarakat di Kecamatan Seberang Ulu I, di Kelurahan 3-4 Ulu, dalam upaya menimalisir politik uang pada Pemilihan Walikota Palembang 2018-2023 juni mendatang.

Ketua Panwaslu Kota Palembang, M Taufik, pada kesempatan tersebut,  mengajak masyarakat untuk menolak politik uang. Menurutnya, politik uang bisa menyengsarakan masyarakat. Karena saat pemimpin terpilih yang telah banyak keluar ‘modal’ untuk mencalonkan tentunya akan mengembalikan modal sehingga yang menjadi sengsara tak lain adalah masyarakat.

“Dalam UU Pemilu jelas bagi pemberi dan penerima sama sama akan dikenai tindak pidana,”ulasnya, Senin 16 April 2018.

Taufik mengatakan, sebenarnya semua tempat rawan terjadinya politk uang. Namun dari indeks kerawanan yang ditetapkan Panwaslu, ada wilayah yang masuk rawan politik uang salah satunya kawasan Seberang Ulu.

“Makanya kita gencar lakukan sosialiasi menolak politik uang dan mengajak masyarakat turut mengawasi Pilkada. Sehingga masyarakat menjadi pemilih cerdas dan melahirkan Pilkada yang bersih, jujur adil dan demokratis,”katanya.

Anggota Panwaslu Palembang Divisi Pengawasan dan Pencegahan, Dadang Aprianto,  mengungkapkan,  berdasarkan indeks pengawasan pihaknya. Seberang Ulu 1 dinilai paling rawan akan sasaran praktik politik uang pada Pilkada serentak 2018 di Palembang.

“Boleh saja warga menerima bantuan dari calon kepala daerah dengan catatan bantuan yang diterima tidak lebih dari Rp 25 ribu jika dikonversikan.  Misalnya dapat bantuan sembako, tanyo dulu berapo jumlahnyo. Hitung misalkan gulo sekilo Rp 15 ribu, gandum sekilo Rp 10 ribu, sudah itu bae. Dak boleh lebih,” katanya.

Sanksi kepada penerima dan pemberi sembako ataupun politik uang menurutnya bisa berupa sanksi moral dan sanksi pidana.

“Kawasan Seberang Ulu menjadi sasaran empuk dalam politik uang, dalam kasus ini buka serangan pajar.  Siang hati bae laju,”singkatnya.

print