Takraw Gagal Rebut Emas Asian Games

0
31
[Timnas Sepak Takraw Indonesia saat melawan rival Malaysia di Gelanggang Olahraga (GOR) Ranau, Internasional, Jakabaring Sport City Palembang – Foto : Arto beritasebelas]

Arto

beritasebelas.com, Palembang – Laga puncak takraw Indonesia melawan Malaysia di nomor beregu putra Asian Games 2018 akhirnya berakhir dengan kekalahan. Rival abadi Malaysia akhirnya memaksa tuan rumah harus puas dengan medali perak. Atas hasil ini, takraw hingga saat ini belum bisa menyumbang medali emas untuk Indonesia.

Bermain di Venue Ranau, Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Selasa 28 Agustus 2018, Merah Putih kalah lewat pertarungan panjang tiga game, 21-18, 20-22 dan 11-21. Tim tuan diperkuat Muhammad Hardiansyah Muliang, Nofrizal, Abdul Halim Radjiu dan Herson Mohamad Saipul serta Victoria Eka Prasetya secara bergantian, sebenarnya mampu meladeni permainan Malaysia.

Digame pertama, Indonesia yang sempat dibuat kewalahan mampu menyudahi pertarungan dengan kemenangan. Lewat perolehan skor yang ketat, Indonesia merebut game pertama 21-18.

Situasi lebih menegangkan terjadi digame kedua, sempat memimpin dua angka, Nofrizal cs berbalik tertinggal 4-7 sebelum menyamakan kedudukan menjadi 10-10. Usai menyamakan kedudukan, Indonesia seperti mendapat motivasi berlipat dan mampu mengungguli Malaysia. Namun keunggulan Indonesia mampu dikejar kembali. Game kedua dimenangkan Malaysia 22-20.

Memasuki game ketiga, pertarungan lebih sulit terjadi antara kedua tim. Indonesia bahkan harus tertinggal 0-5 sebelum memperkecil kedukudukan menjadi 5-8. Terlalu jauh tertinggal membuat skuad Asry Syam kesulitan untuk mengejar. Hingga akhirnya kemenangan telak diraih Malaysia 21-11.

Didukung ribuan penonton yang hadir langsung menyaksikan perjuangan skuad Asry Syam, Indonesia mampu menguasai game pertama. Sempat mendapat perlawanan, tim Merah Putri sukses memenangi laga 21-18.

Sedangkan digame kedua, Indonesia juga sempat memimpin. Bahkan, Indonesia tinggal merebut dua angka lagi saat kedudukan 19-16. Sayangnya keunggulan ini gagal dipertahankan. Indonesia menyerah 20-22.

Kegagalan digame kedua berimbas pada hasil digame ketiga. Indonesia tidak mampu mengimbangi Malaysia dan harus takluk 11-21. Hasil digame kedua juga diakui atlet takraw Nofrizal menjadi momentum krusial kekalahan Indonesia. Karena di saat posisi memimpin dan dapat dikejar Malaysia, tekanan justru ada di Indonesia. Malaysia juga dianggap tampil lebih berani hingga membuat Indonesia dalam posisi sulit.

“Digame kedua kita sempat unggul. Jarak untuk kemenangan juga sudah sangat dekat. Tapi mungkin hasilnya belum memihak kepada kita. Saat dikejar kita benar-benar dalam tekanan,” kata Nofrizal.

Meski gagal mempersembahkan emas, Nofrizal mengaku tetap bersyukur. Menurut atlet takraw yang berposisi sebagai Killer itu, medali perak bukanlah capaian yang buruk. Dan sejauh ini kontingen Indonesia juga selalu mampu mempersembahkan medali di tiga nomor yang sudah dipertandingkan. Selain perak di nomor regu, sepak takraw sudah menyumbangkan dua medali perunggu di nomor tim regu dan ganda.

“Kita tetap bersyukur. Kita sudah berusaha maksimal dan tampil all out. Ini pertandingan yang tidak mudah. Setiap bertemu Malaysia mereka juga kerap menyulitkan,”tegasnya.

print