Tanpa Perhatian Pemerintah, Pengrajin Batu Bata Tetap Jalan

0
30

A Yudiansyah

[Dori salah seorang pembuat batubata – foto A Yudiansyah beritasebelas]
beritasebelas.com,Lahat – Bagi masyarakat kecil menengah yang memiliki usaha cetak batubata mungkin sesuatu hal yang sudah lazim jika tidak mendapatkan perhatian khusus soal profesi mereka dari pihak-pihak pemerintahan, sebab profesi mereka ini dikatakan lebih condong menggunakan otot dari pada fasilitas pendukung lain seperti kebanyakan usaha lainya.

Dori misalnya mencontohkan, bagi petani karet masih bisa diberikan solusi dengan memikirkan penampungan karet, penunjangan harga, atau bantuan pupuk bibit dan lainya. Sama dengan petani kopi, sawit atau apapun itu. Atau pemulung yang diberikan perhatian seperti menyediakan bank sampah.

“Apakah ada pemerintah yang mau menampung batu bata untuk disalurkan kembali, atau penelitian kualitas tanah yang baik untuk batu bata,”celoteh ringannya Minggu 25 Maret 2018 saat dikunjungi.

Dijelaskanya kembali, kalau usaha cetak batubata cukup dengan ada lahan yang luas dan bermodalkan tenaga serta kesehatan yang cukup. Fasilitas penunjang seperti mesin dan akses jalan menuju tempat usaha mereka sudah bukan halangan lagi dan menjadi hal yang biasa.

“Syukur-syukur kalau jalan bisa diperbaiki hingga orang yang ingin membeli batubata lancar menuju kemari, atau bantuan mesin cetak batu bata yang bisa diberikan dengan Cuma-cuma,” kata Dori Warga Kelurahan Sari Bungamas Kecamatan Lahat.

Kalaupun ada dikatanya, cukup pemerintah terus memperhatikan kesejahteraan untuk semua golongan masyarakat, misalnya dengan memperhatikan kesehatan, pendidikan ataupun ekonomi. Sebab tak ada perhatian khusus untuk mereka bukan berarti mereka berkecupan dan mapan tanpa keluhan.

“Iya pak kami hanya inginkan terus adanya tujangan kesehatan, pendidikan ataupun ekonomi untuk semua golongan masyarakat menengah kebawah,” pungkasnya.

print