Tempat Menyusui Diambil Bapak-Bapak, Para Bayi Tak Dapat Jatah ASI

0
37

Haqulana

beritasebelas.com,Banyuasin – Ruang menyusui sejatinya dibuat untuk menjaga privasi kaum ibu saat memberikan Asi pada bayinya. Namun, apa jadinya bila ruangan itu malah dipenuhi kaum bapak. Sehingga, para bayi menangis, tak dapat jatah ASI.

Seperti yang terjadi di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Banyuasin, Rabu 22 November 2017 terlihat seorang pria berkumis tidur terlentang dengan mulut menganga di atas karpet motif panda di ruang menyusui tersebut.

[Ruang menyusui di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Banyuasin yang sering digunakan oleh kaum lelaki untuk istirahat – Foto Haqulana beritasebelas]
Bahkan di pintu masuk ruang privasi ibu menyusui itu juga ditongkrongi para lelaki dewasa. Padahal di dinding depan pintu masuk dan didalam ruang sudah terpampang jelas tulisan ‘Dilarang Masuk, Kecuali Ibu dan Bayi/anak’.

Tingkah sejumlah pria tersebut membuat resah kaum hawa, terutama yang masih menyapih bayinya.

“Entah heran juga saya, mungkin gak bisa baca kali yah. Ini kan untuk ibu dan bayi, kalau bapaknya mau nyusu juga, mbok ya pulang kerumah, bukan disini tempatnya,” ungkap Evi Subekti (27) warga Bom Berlian Banyuasin.

Kasihan yang bawa bayi, kebingungan karena bayinya merengek minta ASI tapi dibatalkan, karena ruang privasi tempat menyusui tidak steril.

“Sifat orangkan beda-beda, ada yang malu ngeluarin ASI nya di tempat umum, tapi ada juga yang terpaksa dikeluarin juga, karena bayinya merengek terus,” katanya.

Kami sudah laporkan hal ini kepada Satpol PP yang jaga, hingga bapak-bapak itu diusir, tapi selang beberpa menit masuk bapak yang lain lagi.

“Kalau saya cuek saja lah, untung tadi bawa kain gendong,” katanya.

Salah seorang lelaki yang tiduran diruang ASI tersebut ketika ditanyai beralasan terpaksa tiduran ditempat itu karena kelelahan. Mengantri berjam-jam bikin kartu keluarga dan akte kelahiran anaknya.

“Saya datang dari jauh di perairan, ngantuk benar ngantri lama. Awalnya saya tidak mau masuk ke sini tapi melihat ada yang tiduran, saya ikut. Apalagi tidak ada ibu-ibu yang menggunakan tempat ini. Kalaupun ada yang mau menyusui pastinya saya keluar,” kata Warga Perairan Tanjung Lago yang mengaku bernama Tumino tersebut.

Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Banyuasin Bambang mengatakan, pihaknya sengaja membuat ruangan menyusui untuk membantu ibu-ibu yang datang berurusan ke sini sambil membawa bayi.

“Kami sudah mengingatkan bahwa tempat ini khusus ibu dan anak, pengumuan juga sudah ditempel. Kami harap kita semua sadar diri, saling mengingatkan dan menjaga etika, ruang itu bukan tempat umum. Masa harus ditegur Pol PP dulu baru pergi,” katanya.

Dia juga mengingatkan warga agar jangan sungkan menegur, kalau ada orang yang tidak berkepentingan masuk ke ruangan ibu dan anak itu.

“Intinya kita saling mengingatkan, bukan malah ikut-ikutan,” katanya.

 

print