Terserang Virus, Nilai Jual Sapi Menurun Drastis

0
5

A Yudiansyah

beritasebelas.com,Lahat – Walaupun harus merelakan ternak sapi mereka dijual dengan harga murah, baik yang masih hidup dan yang sudah berupa daging sembelih, masyarakat tidak punya pilihan lain, hal ini dikarenakan Virus Jembrana (keringat darah) yang terus menjangkit di hampir seluruh wilayah di Indonesia. kebutuhan akan vaksin untuk Kabupaten Lahat mencapai 5.000 buah, sedangkan bantuan dari pemerintah provinsi hanya 500 buah, jumlah ini sangat sedikit sekali untuk dapat menanggulangi penyebarab Virus Jembrana, khususnya di Kabupaten Lahat.

[Peternak Sapi Bali di Kabupaten Lahat mengeluhkan sedikitnya bantuan vaksin virus jembrana dari pemerintah provinsi – foto A Yudiansyah]
“Penyakit ini, merupakan jenis virus hewan yang hampir menyebar di seluruh Indonesia, hingga masyarakat harus merelakan sapi dijual dengan harga murah,” kata Agustia Budiman, Rabu 17 januari 2018.

Menurutnya, saat ini sudah ada tiga wilayah yang sudah terjangkiti oleh Virus Jembrana. Penyebaran virus ini sangat cepat, yang menyebabkan ternak mati mendadak. Setidaknya ada tiga daerah yang virusnya tersebar begitu cepat, sehingga memaksa banyak peternak menyembelih sapi peliharaannya, dan ada pula sapi yang mati mendadak, sebelum sempat disembelih.

“SP 3, SP 6 Palembaja, dan Desa Geramat Kecamatan Kota Agung, yang mayoritas beternak Sapi Bali, kini sudah habis, dikarenakan banyak sapi yang disembelih karena terjangkiti Virus Jembrana,” papar Budiman.

Budiman menambahkan, apabila ingin mengkonsumsi daging Sapi Bali, agar sekiranya dimasak secara benar, sedangkan untuk bagian jeroan harus dibuang atau dikubur.

“Sate daging sapi, jangan dilakukan, dikhawatirkan masih ada Virus Jembrana, sebab tidak masak dengan baik,” pungkasnya.

print