Tiga Desa, Masuk Kategori Bursa Inovasi

0
57
[Salah satu pelayanan Posyandu Desa Tanah Pilih Kecamatan Gumay Talang yang masuk dalam Bursa Innovasi Desa – foto Ahmad Yudiansyah beritasebelas]

Ahmad Yudiansyah

beritasebelas.com, Lahat – Usaha beberapa desa di Kabupaten Lahat masuk dalam Bursa Inovasi Desa (BID) dalam pengembangan usaha  desa, terus di galakan. Seperti pelayanan Posyandu Lansia di Desa Tanah Pilih, Kecamatan Gumay Talang. Pengembangan dan Pengelolaan Destinasi Wisata Pelancu melalui Bumdes di Desa Ulak Pandan, Kecamatan Merapi Barat, dan Pembebasan Lahan untuk Embung melalui Musdes di Desa Penandingan, Kecamatan Mulak Ulu.

Melalui Bursa Inovasi Desa (BID) ini, biasanya dana yang digunakan telah dianggarkan melalui Dana Desa (DD). Innovasi dilakukan bisa beragam baik di bidang Sumber Daya Manusia (SDM), bidang Kewirausahaan dan Ekonomi, dan bidang Infrastruktur.

“Kita harapkan 80 persen dari 360 desa menganggarkan kegiatan yang inovatif tahun ini,” Jelas M Syafriayansyah didampingi Raino Kiswoyo Tenaga Ahli bidang Infrastruktur Desa, Rabu 5 September 2018.

Sambungya lagi, salah satu contoh pihak desa yang menganggarkan untuk pelayanan sosial kemasyarakat, terutama bagi lansia di desa tersebut. Sehingga Lansia tersebut mendapatkan obat-obatan, pemeriksaan kesehatan maupun pelayanan kesehatan.

“Asas manfaatnya adalah derajat kesehatan meningkat dan pola hidup bisa menjadi lebih baik melalui Posyandu,” tambah Safriansyah.

Bahkan, untuk innovasi berupa usaha destinasi wisata seperti di Pelancu Desa Ulak Pandan, dan embung Desa Penandingan saat ini telah menambah perekonomian masyarakat setempat.

Ditambahkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Lahat, H Fauzan Khoiri bahwa saat ini sudah 3 desa yang masuk Bursa Inovasi Nasional.

”Kita harap, di tahun ini ada 10 desa yang saat ini berinovatif untuk masuk dalam Bursah Inovasi Nasional dan bisa dicontoh desa- desa lainnya,” ungkap Fauzan.

Fauzan juga menjelaskan, jika Inovatif bisa diartikan sebagai membuat sesuatu yang tidak ada menjadi ada, dan yang ada menjadi lebih berguna. Menurutnya Kabupaten Lahat memiliki beragam sumber daya yang mampu diolah dan dikembangkan oleh Desa. Melakukan inovasi desa bisa didapat dari potensi yang ada.

Sedangkan, di Lahat sendiri cukup banyak potensi yang dikembangkan. Namun secara umum dan sebagian besar adalah pariwisata, lantaran adanya keindahan alam, sejarah dan budaya. Juga bisa dibuat sendiri oleh desa memanfaatkan kondisi desa.

“Ada air terjun, sungai, perbukitan, megalitikum budaya dan peninggalan sejarah di Lahat yang bisa dimanfaatkan,” bebernya.

Selanjutnya pertanian dan perkebunan sebagai salah satu mata pencaharian penduduk yang bisa dikembangkan.

“Pertanian dan perkebunan bila dikelola dan dihasilkan serta dipasarkan dengan baik tentu sangat menjanjikan,” ucapnya.

Namun dari semua itu, yang paling dibutuhkan ialah komitmen stakeholder, transparansi dan managemen yang bagus, serta jiwa wirausaha Kepala Desa dan badan usaha.

“Kalau hal itu berjalan maka inovasi desa dapat dengan mudah dilakukan,” tukasnya

print