Timbangan Senawar Ditutup, Usaha Rumah makan Gulung Tikar

0
145

oleh Haqulana – foto Haqulana

beritasebelas.com,Sekayu – Pasca tidak difungsikan timbangan Senawar di Desa Senawar Jaya, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, membuat usaha rumah makan banyak yang tutup alias gulung tikar.

Pantauan media ini dilapangan, Selasa 14 Maret 2017, terlihat lokasi UPPKB  Senawar Jaya, ada baleho bertuliskan ditutup sementara, dalam rangka evaluasi penilaian aset oleh Tim P3D Provinsi Sumatera Selatan. Selain itu gerbang pintu masuk dan keluar masuk  dipasang portal  palang besi, dirantai dengan gembok.

[Lokasi Timbangan Senawar Jaya yang di tutup sementara]
Kondisi Timbangan Senawar terlihat lengang dan sepi, tidak ada aktifitas kegiatan apapun di area timbangan. Selain itu juga, diluar lokasi timbangan Senawar warung atau rumah makan terlihat sepi, tidak adanya antrian kendaran truk, tronton yang biasa ramai berjejer di warung atau rumah makan menunggu giliran masuk untuk ditimbang muatan yang dibawa.

Menurut Pak Wo(50) warga Bayung Lencir, yang sering mangkal di sekitar lokasi Timbangan Senawar, mengatakan bahwa selagi timbangan di buka dalam sehari memperoleh penghasilan 200-300 ribu dari jasanya di Timbangan Senawar dengan ditutupnya timbangan ini merasa kehilangan mata pencarian, karena kalau timbangan ini berungsi, ada saja rezeki dari Timbangan Senawar ini, untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

“Ia pak, kami merasa kehilang mata pencarian, karena dengan  berfungsi timbangan banyak yang diuntungkan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sekarang setelah ditutup kami merasa kehilangan rezeki, jadi kalau bisa timbangan ini bisa difungsikan lagi, “ ujarnya.

Lain halnya, Santo (30) pengelolah Rumah Makan Mak Enek, merasa usahanya terancam gulung tikar, sudah beberapa bulan tidak lagi buka, karena kendaran truk fuso dan tronton yang biasa akan menimbang, mampir istirahat dan makan di warung rumah makannya, tapi sejak ditutup bulan Oktober lalu, sampai sekarang tidak ada lagi kendaran yang mampir, hanya lewat saja.

“Kalau dulu, para supir melakukan penimbangan ketimbangan Senawar, menunggu antrian mangkal dulu dirumah makan, kemudian baru masuk ketimbangan, sekarang sejak timbangan ditutup, kendaran lewat dan tidak ada yang mampir. Jadi kami selama ini menggantungkan nasib dengan para supir yang mampir ke warung, kalau lama ditutup tidak difungsikan akan berdampak para usaha rumah makan akan tutup juga, berharap pada  pemerintah  terkait agar timbangan ini bisa dibuka kembali,” harapnya.

print