Tips Kesehatan Pasca Puasa Ramadan

0
9

Erika

beritasebelas.com,Palembang – Lebaran merupakan momentum yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh umat muslim dunia. Ini adalah hari kemenangan dimana setelah 30 hari penuh menjalankan ibadah puasa, seseorang akhirnya bisa bebas makan dan minum tanpa harus menunggu waktu magrib tiba. Banyak perubahan pola dalam kehidupan sehari-hari, apabila tidak diperhatikan dengan baik dapat mempengaruhi kesehatan tubuh. Perubahan tersebut diantaranya yaitu perubahan pola makan, pola tidur dan aktivitas. Seperti dilansir dari Lagizi.com perubahan tersebut yakni,

Perubahan Pola Makan

Selama menjalankan ibadah puasa, terjadi pengurangan frekuensi makan yaitu seseorang hanya makan/minum pada 2 waktu dalam sehari yaitu saat buka dan sahur. Repetisi ini terjadi selama 30 hari sehingga membuat tubuh beradaptasi terhadap keadaan tersebut. Tubuh mulai terbiasa dengan pola makan 2 kali dalam sehari dan jenis makanan/minuman tinggi gula yang sering dikonsumsi saat berbuka puasa maupun sahur.

Ketika Ramadan selesai, artinya kita harus kembali lagi ke pola makan awal, yaitu 3 kali makan makanan utama. Namun, karena sudah terbentuk pola baru saat berpuasa, maka untuk kembali lagi ke pola makan awal sering dirasa sulit. Tubuh harus beradaptasi ulang, tak jarang bahkan menimbulkan gejala seperti kembung dan mual sehingga banyak orang yang mengalami penurunan nafsu makan akibat hal ini.

Untuk mengatasi perubahan pola makan yang terjadi, harus melatih tubuh secara perlahan. Jika masih belum bisa terbiasa lagi untuk makan 3 kali sehari, maka tidak masalah jika hanya makan sebanyak 2 kali sehari, namun kebutuhan energi tubuh harus tetap terpenuhi dengan baik. Caranya yaitu dengan cermat memilih jenis makanan yang dikonsumsi. Konsumsilah makanan yang padat gizi, yaitu jenis makanan yang meskipun porsinya kecil, namun kandungan energi dan zat gizi lainnya tinggi.  Contohnya alpukat, produk olahan susu seperti keju dan yoghurt serta buah yang diolah menjadi jus dan smootish. Hindari konsumsi makanan yang tinggi lemak seperti makanan yang digoreng, jenis makanan yang berbumbu merangsang (terlalu pedas) dan makanan yang mengandung gas seperti kol, toge dan tape.

 

 

Perubahan Pola Tidur

Tidur adalah salah satu kebutuhan pokok manusia yang juga harus dipenuhi dengan baik, sama seperti makan dan minum. Berbagai fungsi tubuh dapat terganggu apabila waktu tidur tidak cukup dan kualitasnya tidak baik.

Selama Ramadan, pola tidur juga ikut berubah. Seseorang bisa tidur lebih larut dari biasanya dan harus bangun lebih pagi untuk sahur. Secara kuantitas, jam tidur sangat berkurang drastis. Ini sangat berpengaruh pada aktivitas yang dilakukan sehari-hari. Kekurangan tidur dapat menyebabkan produktifitas menurun, konsentrasi menurun, bahkan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler dan menurunkan daya tahan tubuh.

Setiap orang memiliki pengaturan jam alamiah tidurnya masing-masing, atau dikenal dengan istilah Internal Clock System. Sama halnya seperti perubahan pola makan, perubahan pola tidur juga terjadi karena bentuk adaptasi dari tubuh.

Untuk mengembalikan pola tidur setelah Ramadan menjadi lebih baik, maka ada beberapa hal yang dapat dilakukan yaitu cobalah tidur lebih awal saat malam hari, ciptakan suasana kamar yang nyaman  dan redupkan pencahayaan. Kemudian, konsumsilah jenis makanan yang mengandung melatonin seperti cherry, strawberry, anggur, almond dan kenari. Melatonin membantu fungsi sistem biologis tubuh yaitu membantu tubuh beristirahat pada malam hari. Konsumsi pula makanan yang mengandung kalsium, magnesium dan vitamin B6.

Perubahan Aktivitas Fisik

Saat melakukan puasa, disadari maupun tidak tubuh sering mengalami kekurangan energi untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Asupan yang kurang, namun aktivitas tetap dilakukan seperti biasa menyebabkan terjadinya defisit kalori sehingga tubuh merasa lemas dan kebanyakan orang memilih untuk mengurangi aktivitas.

Untuk mengembalikan lagi gairah tubuh dalam beraktivitas, lakukanlah olahraga yang menyenangkan, seperti jogging bersama keluarga atau mengikuti senam bersama di taman kota. Interaksi dengan teman, sahabat atau orang terkasih bisa meningkatkan mood dan membuat seseorang jadi lebih bersemangat.

Perubahan-perubahan yang terjadi pasca Ramadan dapat disiasati dengan sangat mudah. Hanya dengan melakukan hal-hal sederhana saja, perubahan pola makan, pola tidur dan aktivitas dapat diatasi dengan baik. Perlu adaptasi memang pada tahap awal, namun seiring berjalannya waktu perubahan-perubahan itu akan kembali normal seperti sedia kala.

print