Tunggak Pajak, Tiga Tempat Usaha Disegel

0
53

kop-dalam-berita

oleh Yuansa – foto Yuansa

beritasebelas.com,Palembang – Tindakan tegas dilakukan Pemerintah Kota Palembang, dengan mengadakan penyegelan sementara terhadap tiga tempat usaha yang menunggak pajak.

Melalui Badan Pengelola Pajak Daerah, dibantu aparat dari Kepolisian, TNI, dan Satpol PP Kota Palembang, secara marathon melakukan penyegelan objek pajak, Rabu 28 Desember 2016, yakni Penginapan Santai di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan 11 Ilir Kecamatan Ilir Timur II, Penginapan Purnama di Jalan Mayor Ruslan, Kelurahan 20 Ilir Kecamatan Ilir Timur I, dan Rumah Makan Musi Ria Kecamatan Kalidoni.

segel-tunggakan-pajak
[Dispenda, Pol PP, Polisi dan TNI saat tengah melakukan penyegelan terhadap tiga tempat usaha yang menunggak pajak]
Kepala Bidang Penagihan dan Pembukuan Badan Pengelola Pajak Daerah Kota Palembang Deva Rozano Leora, mengatakan, pihaknya sebelum melakukan penyegelan ini, sudah memberikan peringatan kepada tiga wajib pajak tersebut.

“Kita telah mengirimkan beberapa kali surat peringatan, untuk melunasi tunggakan. Namun belum juga direalisasikan, akhirnya mengeluarkan SP3 yang berujung dengan penutupan sementara,” jelasnya.

Menurutnya, Badan pengelola Pajak Daerah akan mencabut segel tersebut jika wajib pajak bisa melunasi tunggakan pajaknya.

“Sifatnya sementara, jika wajib pajak melunasi tungakan akan dicabut kembali segel,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palembang Alex Fernandus melalui Kasi Operasi dan pengendalian Herizon, menambahkan, apa yang menjadi tugas dan kewajiban pihaknya dalam menegakan Perwali nomor 60 tahun 2014 tentang mekanisma, prosedur tetap pengawasan dan tindakan terhadap pelanggaran peraturan daerah.

“Kami bertindak berdasarkan SK Walikota nomor 472 tahun 2016 tentang penutupan sementara terhadap hotel, penginapan dan rumah makan,” jelasnya.

Dikatakan Herizon, untuk Penginapan Santai sendiri dari pihak pengelola menunjukan bukti pembayaran pajak dari tahun 2014-2016. Penyegelan ini shock terapi bagi pengusaha lain, agar taat pajak.

“Ya, kita bekerja sesuai prosedur saja, mereka menunjukan bukti pembayaran 3 tahun terakhir. Kita tanya bukti pembayaran tahun sebelumnya ternyata mereka tidak bisa menunjukan bukti,” pungkasnya.

print