Tunggu Sembako Presiden, Ratusan Warga Nongkrong 7 Jam di Pinggir Jalan

0
57

Erika

beritasebelas.com,Banyuasin – Menanti kedatangan Presiden Jokowi, ratusan warga Banyuasin, sejak pagi hari berjubel di pinggir Jalan Lintas Tanjung Api-Api Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin, Selasa 22 Januari 2018.

[Warga Banyuasin Desa Banyu Urip menunggu kedatangan Presiden Jokowi dengan duduk-duduk di pinggir jalan – foto Erika beritasebelas]
Seperti yang tejadi Desa Banyu Urip dan Desa Gasing ratusan warga laki-laki, perempuan, tua duduk dan berdiri menjemur diri ditengah terik mentari, menunggu kedatangan Presiden Republik ini.

Ngadisem (76) warga Desa Banyu Urip menuturkan, baru pagi tadi mendapat undangan dari Ketua RT 12 untuk mengambil bantuan sembako yang akan diserahkan langsung oleh Presiden.

“Jam enam pagi tadi, undangan dan kupon sembako nya diantar ke rumah,” katanya dengan dialeg Tegal yang kental.

Sesuai instruksi Ketua RT Ngadisem dan sejumlah warga lainnya sudah berada di titik kumpul, depan loket Damri Banyu Urip sejak pukul 07.00 Wib pagi tadi.

“Kata anak saya mesti cepat, saya sampai gak sempat lagi makan. Tak tau nya sudah pukul 13.00 Wib masih belum datang. Perut mulai keroncongan, mana panas lagi,” katanya.

Dia berniat, seandainya sempat bicara dengan Jokowi ingin meminta agar panen padi nanti harganya jangan jatuh.

“Beras mahal, padahal di petani Banyak, cuma pas panen harganya jatuh. Syukur-syukur untung, kadang hanya cukup untuk mengembalikan modal pupuk,” katanya.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian Banyuasin, Babul Ibrahim mengatakan, meski saat ini pemerintah pusat melakukan impor beras, namun untuk di Banyuasin masih aman.  Bahkan, cukup untuk menyuplai beras ke daerah lain.

“Pada tengah musim tahun ini, Banyuasin tekah memprodukai 1,346 juta ton gabah kering giling, dari target 1,5 juta ton,”  katanya.

print