UCLG ASPAC, Alat Perkuat Pemerintah Kota

0
5
[Pembukaan Kongres ke-7 UCLG ASPAC digelar 12-15 September di Surabaya]

Yudiansyah

beritasebelas.com, Surabaya – Palembang sebagai bagian dari Asosiasi Pemerintah Kota Indonesia (Apkasi) juga tergabung dalam United Cities Local Government (UCLG) Asian Pacific (ASPAC). Tergabungnya Palembang dalam UCLG ASPAC selain untuk memperkuat jalinan kerjasama antar kota se Asia Pasific, juga untuk menyamakan visi menuju kota berkelanjutan.

UCLG ASPAC merupakan acara yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali mempertemukan aktor-aktor kunci pembangunan di negara-negara Asia Pasifik. Kongres ke 7 UCLG ASPAC digelar dari tanggal 12-15 September di Surabaya, dengan mengangkat tema “Innovation-driven Development for Sustainable Cities” atau pembangunan berbasis inovasi menuju kota yang berkelanjutan.

Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Soni Sumarsono membuka langsung 7th UCLG ASPAC CONGRESS, Kamis 13 September 2018. Menurutnya, forum ini sangat penting bagi kemajuan dan pengembangan kota di Indonesia.

“Tujuan kegiatan ini untuk mendukung pengembangan kota yang kuat di Asia Pasific. Diharapkan, UCLG ASPAC dapat menguatkan hubungan dalam pengembangan kota yang inklusif dan tangguh,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan berkelanjutan membutuhkan inovasi, pengembangan dan peningkatan pelayanan publik. Semua ini membutuhkan komitmen yang tinggi.

Sedangkan Pj Walikota Palembang Dr H Akhmad Najib SH MHum yang hadir pada kegiatan ini menilai, Kota Palembang sebagai kota yang mengusung konsep berkelanjutan dalam visi misi pembangunannya menjadi sangat berkepentingan mengikuti kongres se Asia Pasifik ini. Sebab pada kongres tersebut, dibahas tentang inovasi kota, smart city, ekonomi lokal, perubahan iklim, pengembangan ruang publik dan ketahanan kota.

Menurutnya, UCLG ASPAC merupakan kegiatan penting bagi para pemangku kepentingan untuk bertukar gagasan dan pengalaman serta untuk membentuk kemitraan baru guna memperkuat praktik masyarakat terkait pencapaian pemerintah lokal terhadap agenda global seperti Sustainable Development Goals (SDG) dan New Urban Agenda (NUA) khususnya di kawasan Asia Pasifik.

“Kota yang berkelanjutan adalah keharusan dalam era globalisasi ini. Untuk menjadi kota berkelanjutan, bersama-sama kita harus mengembangkan inovasi kota, membangun ekonomi lokal, memperkuat kebudayaan dan kearifan lokal, membentuk smart city, dengan tetap memperhatikan ruang publik serta ruang terbuka hijau,” ujar Akhmad Najib.

Kongres dua tahunan ini merupakan salah satu kegiatan terpenting dari UCLG ASPAC. Lebih dari 800 peserta berkumpul dari seluruh Asia Pasifik dan daerah lain, yang berasal dari kota-kota besar dan kabupaten, perwakilan dari pemerintah nasional, universitas dan organisasi penelitian, badan regional dan internasional, organisasi non-pemerintah dan sektor swasta.

Kongres UCLG ASPAC ke 7 yang berbarengan dengan Rapat Kerja Teknis Apeksi ini menawarkan peserta kesempatan untuk mengambil bagian dalam sejumlah besar kegiatan, dari sesi tingkat tinggi yang menyoroti perkembangan perkotaan terkini dan inovasi dan aplikasinya, hingga berbagai sesi dan kegiatan lain yang ditujukan untuk membahas tantangan saat ini, dan potensi tantangan yang dihadapi komunitas perkotaan di masa depan. Sesi tematik dan program sosial dari kongres, berbagai topik yang dibahas dan “globalitas” dari acara ini menawarkan peserta dan peserta pameran berbagai peluang untuk mengembangkan kerjasama, kemitraan dan hubungan bisnis dan untuk memperkuat jaringan.

print