UMPTKIN Hanya Bisa Tampung 30 Persen

0
17

Arto

[Rektor UIN Pror HM Sirozi saat memantau tes UMPTKIN di UIN Raden Fatah Palembang – foto Arto beritasebelas]
beritasebelas.com,Palembang – Membludaknya peserta Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2018 membuat panitia tetap tidak bisa membatasi peserta.

Namun demikian, panitia tetap tidak bisa menambah kuota jumlah yang diterima dari UM PTKIN yakni 1.009 dari jumlah peserta 4.560 peserta. Artinya hanya menampung setidaknya 30 persen.

Pantauan dilapangan, peserta ujian sudah mulai memasuki ruangan pukul 07.30 Wib dan pelaksanaan ujian sesi pertama di mulai pukul 08.00-9.45 Wib untuk tes kemampuan dasar (TKD) kemudian sesi selanjutnya pukul 10.15- 12.15 Wib untuk tes kemampuan bidang (TKB).

“Peserta harus sudah berada diruang ujian 30 menit sebelum ujian dimulai, bagi yang tak hadir dianggap mengundurkan diri. Jika 30 menit tak hadir dianggap gagal,” ujar Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Drs. H Muhammad Sirozi PHD disela peninjauan ujian Camputer Based Test (CBT) UMPTKIN, Selasa 22 Mei 2018.

Lanjut Sirozi, kuota daya tampung jalur UM-PTKIN 2018 sebesar 30 persen atau sekitar 1.009 orang.

“Khusus jumlah peserta yang ikut ada 4.560 peserta, sedangkan CBT ada 60 peserta yang di tempatkan di tiga ruangan,”ucapnya lagi.

Mengenai kendala, dalam pelaksanaan ujian jalur UM-PTKIN 2018 hingga menjelang siang ini belum ditemukan indikasi terjadinya perjokian.

“ini tidak terlepas dari pengawasan dan antisipasi yang telah dilakukan pihak panitia baik lokal maupun panitia pusat,”katanya lagi. Seraya menjelaskan pengumuman, pada 10 Juli 2018 secara online.

Sementara,  perwakilan panitia pusat UM-PTKIN 2018, Dr Lufi mengatakan, semua PTKIN dianjurkan melaksanakan ujian dengan dua model ujian yakni CBT dan PBT. Hingga saat ini, secara nasional hanya ada tiga kampus yang belum melaksanakan CBT.

“Sudah melakukan berbagai tahapan verifikasi untuk menghindari perjokian. Kalau terbukti, cama bersangkutan akan didiskualifikasi dan jokinya sendiri akan dilaporkan ke polisi. Dan ini sudah jadi kesepakatan bersama dari panitia,” pungkasnya.

 

print