Waduh, Pemain Futsal Pukul Wasit di Laga Futsal Competition

0
13

Arto

beritasebelas.com,Palembang – Insiden olahraga memalukan terjadi pada laga Pocari Sweat Futsal Competition Regional Match Sumatera Selatan yang dihelat pada 9-10 September 2017 di Gedung Palembang Sport Convention Center (PSCC).

Diduga tak setuju dengan keputusan wasit, salah satu pemain dari SMA Negeri 3 Palembang memukul wasit disela-sela laga semifinal melawan tim SMA Bina Sriwijaya.

Alhasil, kondisi sempat ramai, apalagi jumlah suporter mencapai ribuan. Beruntung insiden bisa diredam oleh panitia dan di damaikan antara keduanya.

[Kompetisi pertandingan babak semifinal dalam laga Pocari Sweat Futsal Competition Regional Match Sumsel di PSCC – Foto Arto beritasebelas]
Denisa Ruvianty Brand Communication Executive PT Amerta Indah Otsuka (Pocari Sweat) Sumatera Selatan membenarkan dengan adanya insiden yang terjadi di salah satu babak penyisihan pada laga perebutan tiket Nasional mewakili Sumatera Selatan.

“Salah satu pemain SMA Negeri 3 Palembang yang diduga memukul wasit pada saat tanding melawan SMA Bina Sriwijaya. Memang ini sangat kami sayangkan juga terjadi insiden ini,” terang Denisa, Minggu 10 September 2017.

Namun demikian, insiden tersebut telah diredam dan dibahas secara kekeluargaan. Baik yang diduga memukul sudah meminta maaf dan korban pemukulan tidak terlalu serius.

“Kita maunya sebetulnya kondusif, karena ini ajang untuk edukasi. Kita juga tak mengharapkan ini terjadi. Karena kondisi panas, kemudian superter juga,  kemudian juga mungkin emosional pemain. Padahal, kita juga telah jelaskan saat mereka technical meeting,” sesalnya.

Single event ini dikatakan Denisa bukan kali pertama digelar dan ini merupakan laga Nasional yang akan memperebutkan satu tim juara Nasional pada grandfinal November 2017 mendatang di Bandung Jawa Barat.

“Palembang diikuti 52 tim termasuk juga di kabupaten/kota. Dan ini akan kita ambil satu pemenang untuk ikut grandfinal pada laga Nasional di Bandung nanti,” terangnya.

Pemenang sendiri akan duel head to head dari delegasi 18 kota yang menggelar kompetisi liga ini, mulai dari Medan, Samarinda, Jakarta, Bandung, Papua, Mataram dan lain-lain.

Kejadian ini juga disesalkan  oleh Ketua Umum Asosiasi Futsal Daerah (AFD) Sumatera Selatan Islah Taufik. Menurutnya, insiden ini tak harus terjadi, apalagi dilakukan oleh seorang pelajar. Pasalnya, kompetisi bukan hanya soal menang dan kalah, tapi juga profesionalisme.

“Sangat di sayangkan kalau ini memang terjadi, ini kan tingkat pelajar harusnya tidak boleh terjadi, karena inikan pembinaan tingkat yangg paling dasar (tingkat pelajar),” terang Islah Taufik.

Islah menambahkan bahwa profesionalisme dan objektif harus benar-benar ditunjukkan. Baik itu peserta, wasit dan seluruh unsur pertandingan. Menurutnya, bagaimana mau berlaga dilevel Nasional, jika level daerah saja menuai insiden.

print