Waduh, Puluhan Pelatih Sumatera Selatan Dievaluasi, Ternyata Ini Alasannya

0
14

Arto

beritasebelas.com,Palembang – Memasuki tahun 2018, jajaran  Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Selatan terus berupaya melakukan peningkatan pembinaan dan prestasi atlet. Dan salah satunya adalah pembinaan dan evaluasi pelatih.

Pasalnya, pelatih dinilai menjadi peran sentral terhadap prestasi atlet. Apalagi, belakangan Sumatera Selatan terus terpuruk pada ajang PON 2008, 2012 hingga 2016.

[Rapat Kordinasi evaluasi pelatih Sumsel dalam rangka peningkatan kualitas atlet – foto Arto beritasebelas]
Menurut Koordinator Tim Evaluasi Samsu Ramel, saat dievaluasi masih banyak pelatih yang belum menerapkan IT dalam kegiatan belajar-mengajar. Padahal, saat ini sport science menjadi

“Ini yang jadi catatan penting. Pelatih harus bisa menerapkan IT dalam setiap kegiatannya. Minimal, bisa komputer,” ujarnya dalam rapat kordinasi evalusi atlet di KONI Sumatera Selatan, Kamis 11 Januari 2018.

Dalam rapat kordinasi tersebut diikuti oleh 43 pelatih dari berbagai cabang olahraga. Mulai dari atletik, silat, karate, angkat berat, gulat dan lainnya. Dalam kesempatan tersebut Samsu Ramel mencontohkan misalnya untuk mencari kondisi fisik atlet. Dengan penggunaan IT, maka akan diketahui kondisi atlet secara akurat karena didukung oleh fasilitas yang sudah maju.

“Contohnya ada istilah Polar Test. Itu tes denyut nadi dan jantung menggunakan alat. Jadi lebih akurat, ga lagi kayak jaman dulu pelatih masih meraba secara manual,” tuturnya.

Kedepan, pihaknya akan mendukung peningkatan kualitas pelatih dengan mengirimkan mereka ke penataran atau pendidikan. Baik di tingkat lokal maupun internasional.

“Dan juga mudah-mudahan kita akan mengadakan coaching klinik seperti sebelum-sebelumnya,” jelasnya.

Hal yang sama diungkapkan oleh Kepala SONS Sumsel Mitrisno. Ia mengatakan, saat ini tidak boleh lagi pelatih yang buta akan teknologi. Sebab, hal itu akan berpengaruh terhadap prestasi atlet yang dibinanya.

“Ga jaman lagi lah pelatih menyampaikan laporan pakai tulis tangan. Begitupun teknis lainnya. Setidaknya, mereka harus melek teknologi,” ujarnya di waktu yang sama.

Hal itu jelas akan berpengaruh bagi prestasi atlet. Ia juga sepakat jika penguasaan IT menjadi faktor penentu apakah pelatih tersebut diperpanjang kontraknya atau tidak. Sebab, untuk tahun 2018 kuota pelatih untuk sekolah yang membina pemain Sriwijaya FC Ichsan Kurniawan itu terbatas.

 

 

print