Waralaba Ilegal Tetap Buka

0
43

kop-dalam-berita

oleh Dayat

Beritasebelas.com, Lahat – Meski Badan Perizinan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal Daerah (BPPT DAN PMD) Kabupaten Lahat, sudah lama merilis dari 24 usaha waralaba (Indomaret dan Alfamart) yang beroperasi di Kabupaten Lahat, empat diantaranya tidak mengantongi izin alias illegal, usaha itu belum tersentuh. Saat ini waralaba yang belum mengantongi izin itu berada di Pasar Jarai, Bungamas Kikim Timur, Tanjung Aur Kikim Tengah dan Ulak Pandan Merapi Barat, dan hingga saat ini masih tetap beroperasi.

segel
[Ilustrasi waralaba yang melanggar Perda]
“Mana Badan Perizinan (BPPT dan PMD)  dan Pol PP nya ? Saya ini sebagai wakil rakyat selalu ditanya masyarakat,” beber Irwan Shami SH, Anggota DPRD Lahat.

Sampai saat ini waralaba tersebut masih buka, izin sudah jelas-jelas tidak ada, dan yang perlu di ingat, mereka ini tidak akan dikeluarkan izin karena menyalahi Perda. Politisi Demokrat ini meminta BPPT dan PMD serius menyelesaikan waralaba itu.

Apalagi, ungkapnya, kebeadaan empat waralaba yang berada di luar Kota Lahat tersebut, sangat merugikan pedagang kecil. Bahkan, usaha warung manisan warga di kecamatan sekitar waralaba beroperasi, terancam gulung tikar.

“Ini bukan persoalan kecil, banyak usaha masyarakat tutup dengan adanya Indomaret bahkan  sampai ke desa-desa. Imbauan atau peringatan pun belum ada dari Badan Perizinan dan Pol PP, jadi bagaimana mereka (Indomaret) mau tutup,” sesalnya.

Kasatpol PP Kabupaten Lahat, Sigit Budianto SH mengakui seluruh waralaba ilegal belum ditindak. Hanya saja dirinya beralasan, Pol PP dapat melakukan tindakan setelah ada rekomendasi dari BPPT dan PMD Kabupaten Lahat.

“Sudah pernah duduk bersama Badan Perizinan, tapi itu sudah lama sekali.  Kami ini dapat menindak setelah ada rekomendasi dari instansi terkait,” kata Sigit.

print

TINGGALKAN KOMENTAR