Waw, Ini Dia Fenomena Potret Sekolah Dusak

0
60

Arto

beritasebelas.com,Palembang – Dari ratusan sekolah negeri di Kota Palembang, ternyata masih ada beberapa sekolah ibukota Sumatera Selatan, dalam kondisi atap seperti di SD Negeri 51 Palembang sangat memprihatinkan. Pasalnya sudah sejak 9 tahun lamanya beberapa plafon sudah rusak berat dan bocor dimana-mana.

Hal ini diungkapkan, Wali Kelas SD Negeri 51 Palembang, Rudi Hartono saat ini Ia mengajar di Kelas 1 dan Kelas 2, khusus di kelasnya tersebut sebagian atap plafon sekolah sudah rusak parah.

“Lihat saja kondisinya atap-atap tampak rusak, apalagi seng sekolah sudah banyak bolong dan rusak. Makanya air dengan mudah masuk kedalam Kelas 1 dan Kelas 2,” katanya, Rabu 29 November 2017.

[Kondisi plafon yang rusak berat di ruangan kelas SDN 51 Palembang dan digunakan dalam proses belajar mengajar – Foto Arto beritasebelas]
Kerusakan atap sekolah awalnya sejak tahun 2000 lalu, dan setelah tahun 2008 atap-atap sedikit demi sedikit hanya membasahi plafon, dan akhirnya pada tahun 2017 atap sekolah rusak dan bolong dimana-mana.

“Pihak sekolah sendiri sudah memperbaiki dengan cara menampal dan mengganti atap plafon, namun sebab sifat seng yang lama sudah tidak bisa diperbaiki, melainkan harus ditukar dengan seng baru,” jelasnya.

Saat jam belajar pihaknya berharap tidak turun hujan, soalnya kalau hujan masih tetap turun, mau tidak mau aktivitas siswa di Kelas 1 harus berhenti sejenak, sambil menunggu air tersebut tidak mengenai mereka.

“Mereka yang berdekatan dengan plafon bocor harus bersiap-siap pindah tempat yang tidak kena air hujan,” ungkapnya.

Apalagi SD Negeri 51 Palembang letaknya ditengah pemukiman kota, jadi dirinya sangat prihatin jika ada kelasnya masih kondisi seperti itu.

“Kami sendiri telah mengajukan kepada Dinas Pendidikan Kota Palembang, tapi katanya anggaran khusus SD Negeri 51 Palembang, baru bisa terealisasi pada tahun 2018 atau tahun 2019. Padahal bantuan perbaikan tersebut sangat di harapkan kami semua,” bebernya.

Lanjutnya, mengapa pihaknya tidak berani memperbaiki dengan baru, sebab dengan menggunakan dana sekolah dalam perbaikan tentu tidak mungkin, sebab Ia sudah bertanya pada tukang bangunan atap anggarannya bisa mencapai puluhan juta, sedangkan anggaran sekolah sendiri terbatas buat perbaikan.

“Saya mewakili warga SD Negeri 51 Palembang, mengharap banyak kepada Disdik dan perusahaan Pusri bisa membantu kemajuan belajar siswa disini,”pungkasnya.

print