Waw, Meski Cabor Baru, Dua Atlet Sumatera Selatan Menghuni Pelatnas

0
29

Arto

[Pengurus Rugby Sumatera Selatan saat menggelar audiensi ke KONI Sumatera Selatan – foto Arto beritasebelas]
beritasebelas.com,Palembang – Meski cabor rugby merupakan cabang olahraga baru di Sumatera Selatan, namun dua atlet Sumatera Selatan mampu menghuni pemusatan latihan nasional (Pelatnas). Bahkan bisa saja bakal memperkuat Indonesia di Asian Games.

Demikian disampaikan Pengurus Persatuan Rugby Union Indonesia (Pengprov PRUI) Sumatera Selatan saat melakukan audiensi dengan pengurus KONI Sumatera Selatan, Senin 12 Maret 2018.

Dalam audiensi, Pengprov PRUI Sumatera Selatan melaporkan jika ada dua atlet rugby yang bergabung di Pelatnas untuk turun di Asian Games 2018. Dua atlet putri itu atas nama Meriandani dan Niclotus. Dua atlet ruby putri ini sebelumnya turun di Kejurnas di Bojonogoro, November 2017.

Saat itulah, talenta kedua atlet tercium pelatih rugby nasional, sehingga keduanya langsung di rekrut untuk proyeksi turun di Asian Games 2018.

“Sekarang dua atlet rugby asal Sumsel itu sedang training camp bersama atlet lainnya di Yogjakarta,” ungkap Ketua Pengprov PRUI Sumatera Selatan Yuda Novanza Utama, melalui Sekretarisnya Fathoni.

Tak sekadar untuk melaporkan itu saja, pihaknya juga berharap cabor rugby masuk dalam Porprov XII di Prabumulih tahun 2019. PRUI Sumatera Selatan juga sudah membidik tiket untuk turun pada PON di Papua 2020.

KONI Sumatera Selatan tentu mendukung sepenuhnya ambisi besar dari PRUI Sumsel. Tapi, memang ada regulasi atau aturan main yang harus di lewati.

“Untuk turun di Porprov, cabor tertentu minimal harus ada enam pengcab di kabupaten/kota, sehingga di Porprov bisa dimainkan cabor Rugby,” ucap Wakil Ketua Umum I KONI Sumatera Selatan Dhennie Zainal.

Oleh sebab itulah, KONI Sumatera Selatan meminta PRUI Sumatera Selatan untuk membentuk kepengurusan sampai ke kabupaten/kota. Selain itu, mengingat ini cabor baru, sosialiasi juga perlu lebih gencar lagi.

“Begitu pun soal PON, nanti KONI Sumsel memang akan mengkaji lagi cabor yang dianggap berpotensi mendapatkan medali emas,” ucapnya.

Untuk biaya ke Papua cukup besar, cabor yang dianggap memang punya kans besar mendulang medali emas yang bakal diberangkatkan.

“Masih punya waktu, silahkan cabor rugby bersiap dan menunjukkan prestasinya,” ucapnya.

Sedangkan Wakil Ketua II Penelitian dan Pengembangan Zulfaini  M Ropi menambahkan, untuk turun di PON nanti prestasi rugby Sumatera Selatan yang bakal dikedepankan. Di Kejurnas akhir tahun lalu, Rugby Sumatera Selatan belum dapat meraih medali.

“Memang ada dua atlet gabung pelatnas, tapi tim belum dapat medali. Itu yang perlu diperhatikan, karena PON nanti permainan tim dan membawa nama Sumsel. Cobalah kalau ada kejurnas atau even nasional berada di peringkat tiga besar, maka kami akan mati-matian memperjuangkan rugby ke PON,” ucapnya.

Daerah Jawa, mungkin masih bakal menjadi pesaing berat dari cabor rugby dan dianggap paling siap. Latihan sebaiknya perlu ditingkatkan.

“Pulau Jawa lebih matang dalam persiapan, satu minggu bisa 12 kali latihan. Kalau kita cuma tiga kali seminggu itu masih kurang,” pungkasnya.

 

print