YLKI Lahat Minta BPOM Sumsel Periksa Sampel

0
48

A Yudiansyah

beritasebelas.com,Lahat – Pasca terjadinya keracunan masal yang mengakibatkan sedikitnya 46 orang harus mendapatkan perawatan di RSUD Lahat, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lahat Raya Sanderson Syafe’i, ST. SH mendesak agar sampel makanan yang menyebabkan puluhan pegawai RSUD terutama pegawai Cleaning Service RSUD Lahat keracunan diperiksa oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sumatera Selatan.

[Sanderson Syafe’i, ST. SH]
“Agar hasil uji laboratorium yang memiliki standar SNI dan terakreditasi serta agar memenuhi rasa keadilan bagi masyarakat, sudah seharusnya sampel makanannya dikirim dan diperiksa Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sumsel,” tuturnya Minggu 12 Mei 2019.

Sanderson menegaskan, peristiwa tersebut termasuk kejadian luar biasa (KLB). Hal ini dikarenakan puluhan pegawai RSUD Lahat mengalami mual, muntah, dan pusing yang terjadi secara bersamaan sebanyak 46 orang dari 113 orang yang memakan takjil yang dibagikan oleh pihak RSUD.

Untuk membuktikan netralitas dan tidak menimbulkan stigma negatif di masyarakat karena sampel hanya diuji di Laboratorium RSUD Lahat, dimana kejadiannya juga di RSUD Lahat, maka, tegas Sanderson, sampel juga harus diserahkan ke pihak independen untuk memeriksanya yaitu oleh BPOM Sumatera Selatan.

“Bila terbukti benar, pihak Kepolisian harus serius turun tangan menangani masalah panganan yang mengandung zat berbahaya atau kurang higienis ini. Sebab ketentuan itu diatur dalam Undang-Undang Pangan nomor 7/1996 dan Perlindungan Konsumen nomor 8/1999. Maka, harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya.

print