Kok Bisa Rudal Houthi Sampe Ke Jeddah? Ini Konspirasi Penguasa Minyak Bumi!

  • Bagikan

BERITASEBELAS.COM - Perang di Ukraina memasuki minggu ke-enam seakan tanpa kemajuan berarti bagi Rusia jika dibandingkan dengan waktu yang sama.

Kita bandingkan dengan beberapa penyerangan dijaman modern, seperti perang Irak, yang diserang Amerika dan sekutunya di tahun 2003.

Juga penyerangan Jerman ke Rusia yang disebut Operation Barbarossa di tahun 1941.

Perubahan pola Serang Rusia ke Ukraina dari serangan kilat ala Nazi diubah menjadi ala Aleppo.

Tidak mengejutkan banyak pengamat intelijen pertahanan strategi bumi hangus adalah perang psikologi bagi yang lemah.

Perang yang direncanakan cepat menjadi perang psikologi yang bisa panjang masanya.

Kita akan bahas perbedaan perang di Ukraina ini dengan perang Irak di tahun 2003 dan Operation barbarossa di tahun 1941.

Tentunya yang kita bahas dalam tiga perang tersebut adalah taktik perangnya bukan efek perangnya pada dunia.

Namun sebelumnya, ada hal yang kita masuki terlebih dahulu informasi yang tidak kalah penting tentang masa depan minyak bumi.

Kita semua tahu bahwa dunia saat ini didominasi kebutuhan akan minyak bumi.

Minyak bumi adalah sumber energi terpenting saat ini di bumi 70%, perang di dunia saat ini ada di negara penghasil minyak bumi.

Demi negara sekutu mengendalikan produksi minyak dunia, suplai minyak, dan harga minyak dunia.

Selain untuk listrik maka minyak bumi terbanyak digunakan sebagai bahan bakar kendaraan.

Dan mungkin sahabat akan terkejut mengetahui berapa banyak benda yang dihasilkan berdasarkan minyak bumi atau dengan kata lain jika minyak bumi tidak pernah ada maka benda ini pun tidak akan ada.

Jika anda meniup permen karet itu ada unsur minyak buminya begitu juga pasta gigi, minyak wangi, lipstick, deodorant, contact lens, bahkan tiga perusahaan besar dunia Google, Microsoft, dan Amazon mempunyai investasi yang besar di industri perminyakan ini.

Jadi bagaimana sih kok bisa benda lengket berwarna hitam ini menjadi penting?

Simak selengkapnya di video berikut.

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email beritasebelascom@gmail.com.
  • Bagikan