DPW dan DPD Partai Berkarya Menolak Hasil Munaslub, Alasannya Gara-gara Ini

  • Bagikan
X

BERITASEBELAS.COM, JAKARTA- Partai Beringin Karya (Berkarya) menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Hotel Sahid Jaya, Jakarta pada Kamis (26/5/2022).

Munaslub dipimpin langsung Ketua Umum dan Sekjen DPP Partai Berkarya Mayjen TNI Purn. Muchdi Pr dan Dr. Andi Picunang dengan dihadiri 34 Dewan Pimpinan Wilayah dan sejumlah pimpinan DPD Berkarya di tingkat kabupaten atau kota se-Indonesia.

Namun di tengah pelaksanaan Munaslub, sebagian DPW Provinsi dan DPD kabupaten atau kota menarik dukungan pelaksanaan Munaslub Partai Berkarya tersebut.

Adapun alasan penolakan mereka disebabkan apa yang dilakukan oleh Muchdi Pr tidak sesuai dengan AD/ART partai.

Ketua DPW Partai Berkarya Kalimantan Barat MH. Thamrien mengungkaplan, pihaknya mewakili rekan-rekan dari DPW dan DPD menyebut Munaslub yang digelar di Jakarta itu dinilai gagal dan deadlock.

“Jadi kami putuskan mulai hari ini Munaslub diangggap tidak ada, dan DPW – DPW yang hadir pada hari ini akan menentukan langkah-langkah berikutnya apakah akan melakukan Munas baru setelah kita putuskan bersama-sama,” kata Thamrien, Jumat (27/5/2022).

Menurut Thamrien, para DPW Partai Berkarya menarik dukunganga pelaksanaan Munaslub dikarenakan adanya terjadi ingkar janji dari para pembisik Muchdi Pr.

Di mana pada awalnya Ketum hanya akan membicarakan Mahkamah Partai, namun hal tersebut malah keluar dari kesepakatan.

“Pak Muchdi Pr orangnya baik, namun karena pembisik-pembisik ini yang merusak Partai Berkarya. Untuk itu kami berharap agar MPR berpikir ulang, jangan mendengar sepihak atau segelintir sehingga mengabaikan yang banyak,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pihaknya juga sepakat bahwa Sekjen dan Bendum tetap dijabat oleh orang yang sama, karena mereka terpilih dari hasil Rapimnas II.

“Untuk itu kami meminta kepada Muchdi Pr agar berpikir ulang, jika Partai Berkarya ingin lolos verifikasi faktual mari bergabung kembali. Sekjen Badaruddin Andi Picunang dan Bendum La Ode Umar Bonte, dan kembalikan kedaulatan partai di tangan para pengurus,” ujarnya.

Sementara itu, Bendahara Umum Partai Berkarya La Ode Umar Bonte mengungkaplan alasan kenapa Munaslub yang digelar di Jakarta tidak sesuai dengan mekanisme AD/ART Partai.

Pertama DPW dan DPD seluruh Indonesia, diundang untuk mengesahkan hasil Rapimnas I dan Rapimnas II ternyata setelah sampai di Jakarta semua dikangkangi dan diakal-akali.

“Setelah sampai di sini kami disungguhkan dengan AD/ART lain, padahal kita sudah bagikan AD/ART yang sudah disepakati oleh DPW – DPW hasil Rapimnas I dan Rapimnas II. Tiba-tiba di sini, datang orang baru yang tidak terdaftar namanya di dalam SK 17 masuk dan merubah seluruh AD/ART kita dan mengangkangi seluruh hasil Rapimnas I dan II,” ucapnya.

Sehingga, lanjut Bonte, hal tersebut sangat menyakitkan hati pihaknya. Selain itu Munaslub dan Munas sama, di mana tadi tidak ada laporan pertanggung jawaban Ketum.

“Coba bayangkan sekelas Munaslub tidak ada pandangan umum dari DPW – DPW, tidak ada intrupsi, tidak ada laporan pertanggungjawaban dan pimpinan sidang pun tidak terdaftar sebagai pengurus. Bayangkan saja yang memimpin Munaslub ini, tidak terdaftar sebagai pengurus di DPP akan tetapi orang lain,” terangnya.

“Berarti besok-besok orang lain bisa memimpin sidang seperti ini, makanya ini merupakan kekonyolan dan kebodohan yang sama sekali tidak bisa dibenarkan,” tandasnya. (fir/pojoksatu)

Artikel Asli

Sumber: pojoksatu.id

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email beritasebelascom@gmail.com.
  • Bagikan