Begini Kata Dekan Fikom Soal Prodi Doktor Ilmu Komunikasi Unisba Baru Dibuka

  • Bagikan
  BERITASEBELAS.COM, Bandung - Universitas Islam Bandung (Unisba) baru saja memiliki Program Studi (Prodi) Doktor Ilmu Komunikasi. Dimana, Prodi Doktor Ilmu Komunikasi saat ini di Indonesia untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS) hanya ada dua kampus, yakni Universitas Sahid Jakarta dan Unisba.   Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unisba Atie Rachmiatie mengatakan, bahwa Fikom Unisba sebelumnya telah memiliki jenjang S1 dan S2. Maret 2022 lalu, telah keluar izin dari Kemendikbud No.166/E/O/2022.   "Alhamdulillah, dengan dibukanya Prodi S3, maka pengelolaan S1, S2, dan S3 menjadi terintegrasi di Fakultas Ilmu Komunikasi. Fikom Unisba juga memiliki sumber daya manusia (SDM) yang sudah cukup untuk S3-nya." ujar Atie Rachmiatie, Senin 20 Juni 2022.   Baca Juga: Wabah PMK di KBB Makin Mengkhawatirkan, Ini Wilayah dengan Populasi Wabah Tertinggi   Dia mengatakan, bahwa dengan latar belakang tuntutan kebutuhan SDM di dunia industri, pemerintah, dan perguruan tinggi sendiri, semuanya membutuhkan SDM sampai level doktor. Sementara, tingkat pendidikan sampai dengan jenjang doktor sedikit sekali sekitar 2,3 persen untuk penduduk Indonesia.   "Permintaan tuntutan masyarakat akan doktor Ilmu Komunikasi sangat tinggi, sementara perguruan tinggi sebagai supplyer sangat minim, kondisi ini juga tergantung pada jumlah profesor yang dimiliki." ujarnya.   Sehingga, lanjut dia, Prodi Doktor Ilmu Komunikasi Unisba untuk angkatan sekarang hanya 10 orang. Hal ini, tentu saja kebijakan dari Kemendikbud dan Ristek.   Baca Juga: Sambut Hari Bhayangkara Ke-76, Polresta Bandung Bagikan Sembako   "Agustus September 2022 Prodi S3 Ilmu Komunikasi baru akan mulai. Kita membuka rekrutmen ada 22 orang pendaftar, yang diterima 10 orang, setengahnya lebih tidak bisa diterima," ucapnya.   Dia mengatakan, lulusan yang mengambil Prodi Doktor Ilmu Komunikasi Unisba diharapkan akan menjadi ilmuwan atau yang pemikir juga profesional. Artinya, mereka memahami dan menguasai sampai kepada basic keilmuan atau filosofinya.   "Sehingga nanti dia bisa mengembangkan ilmu komunikasi melalui riset dan pengkajian yang paripurna. Jadi dalam proses pembelajaran di akhir/disertasi, mahasiswa dituntut untuk riset yang mendalam dan komprehensif, bisa multi disiplin atau inter disiplin, tetapi dia memahami basic komunikasinya," imbuhnya.   Baca Juga: MAMAMOO “Comeback”, Bakal Luncurkan Album Baru dengan Formasi Lengkap   Sebagai contoh, mahasiswa bisa meneliti media sosial dari berbagai pendekatan psikologi, sosiologi, atau ilmu lain yang relevan. *** (Okky Adiana)  

Artikel Asli

Sumber: inilahkoran.com

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email beritasebelascom@gmail.com.
  • Bagikan