Bingung Berhubungan Seks Saat Istri Hamil ? Ini Solusinya

  • Bagikan

BERITASEBELAS.COM  Berhubungan seks selama kehamilan tidak akan memicu keguguran. Aturan emas untuk berhubungan seks selama kehamilan adalah jika kehamilan berjalan lancar dan kamu dan pasangan tertarik. Sayangnya, kebanyakan pria berhubungan seks lebih sedikit ketika istri sedang hamil.

Beberapa penelitian menemukan bahwa pria sebenarnya lebih tertarik pada istri mereka yang sedang hamil. Namun penelitian lainnya menunjukkan bahwa pria khawatir dengan keselamatan janin sehingga mencegah mereka untuk berhubungan seks.

Studi lain, yang diterbitkan dalam American Journal of Human Biology, menemukan bahwa pria mengalami penurunan testosteron, hormon yang paling erat kaitannya dengan dorongan seks pria, saat masa kehamilan istri. 

“Perubahan tubuh bisa sangat sulit bagi sebagian pria. Beberapa pria berpegang pada citra sempurna wanita yang membuat mereka tertarik secara seksual,” kata Mary Jo Rapini, seorang psikolog yang berspesialisasi dalam masalah seks dan keintiman, dikutip akurat.co, Senin (20/6/2022). 

"Estetika pakaian hamil mungkin juga tidak banyak membantu. Banyak wanita berpakaian berbeda selama kehamilan mereka,” kata Rapini. 

Sementara beberapa pria mungkin mempermasalahkan tubuh atau pakaian yang dikenakan istri saat hamil, namun mereka hanya minoritas. Kebanyakan pria memiliki alasan yang lebih mendalam.  Menurut Rapini, mayoritas pria mengaku tidak mau bercinta dengan istri hamil karena memiliki kekhawatiran menjadi seorang ayah. 

Ketika seorang pria berpikir tentang gambaran besar yang berkaitan dengan memiliki anak, mungkin terjadi peningkatan hormon stres kortisol sehingga membebani dorongan seksual.

“Biasanya, pria menghadapi ketakutan besar tentang masa depan, tentang menjadi ayah yang baik, tentang kemampuan untuk menafkahi,” kata Rapini.

 "Yang perlu dipahami wanita adalah bahwa jika suami tidak tertarik pada tubuh hamil mereka, itu jarang ada hubungannya dengan mereka," tegasnya. 

Berbeda dengan pria, wanita  mungkin memiliki lebih banyak energi dan minat untuk berhubungan seks di bulan-bulan pertengahan kehamilan. Gejala awal kehamilan seperti mual, kelelahan, dan nyeri payudara mungkin sudah mereda. Hormon dan aliran darah ekstra ke alat kelaminnya mungkin membuatnya lebih mudah untuk orgasme.

Lalu, apakah yang harus dilakukan?

Komunikasi

Pertama, ajak suami duduk bersama  dan cari tahu mengapa dia tidak berhubungan seks. Biarkan dia menjelaskan apa pun yang ada di pikirannya, baik itu ketakutan, ketidaktahuannya, dan banyak lagi. 

 Jika ini tampaknya tidak mungkin, kamu dan pasangan bisa mencari bantuan profesional. Ini akan membantu memberikan ruang untuk berbicara secara terbuka.

Tetap intim

Kamu dan pasangan harus selalu dekat dan intim. Jadi, pikirkan cara lain untuk tetap dekat. Kehamilan bisa menjadi peluang besar bagi kalian untuk memperluas kehidupan seks. Bahkan jika terlalu lelah untuk berhubungan seks, kamu masih dapat menemukan cara untuk melakukan hubungan fisik bersama.

“Kurangnya seks saja tidak akan membunuh suatu hubungan. Apa yang bisa membunuh suatu hubungan adalah ketika bentuk keintiman lainnya berhenti," kata Rapini.

Ingat, seks tidak harus hanya fokus pada hubungan seksual tetapi dapat mencakup sentuhan sensual (belaian, pelukan dan pijatan), seks oral, dan masturbasi bersama. 

"Sentuhan itu penting. Berbicara itu penting. Mempertahankan hubungan emosional sangat penting, ”katanya.

"Adalah satu hal untuk tidak tertarik pada istri Anda, tetapi jika Anda tidak intim lagi, itu akan menjadi masalah," pesannya.

Artikel Asli

Sumber: akurat.co

Penting:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim laporan ke email beritasebelascom@gmail.com.
  • Bagikan